Kesiapan Mental dan Hasil Belajar Lari Sprint 100 Meter Peserta Didik Kelas VI SD Negeri Inpres Melonguane
DOI:
https://doi.org/10.53697/ssj.v5i2.3611Keywords:
Kesiapan Mental, Hasil Belajar, Lari Sprint 100 Meter, Pendidikan JasmaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan mental dengan hasil belajar lari sprint 100 meter peserta didik kelas VI SD Negeri Inpres Melonguane. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VI yang berjumlah 80 orang, dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel penelitian dengan teknik total sampling. Kesiapan mental diukur menggunakan angket skala Likert, sedangkan hasil belajar lari sprint 100 meter diukur melalui tes praktik dengan mencatat waktu tempuh lari 100 meter. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan mental dan hasil belajar lari sprint 100 meter dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,41 dan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kesiapan mental memiliki hubungan positif dengan kategori sedang terhadap hasil belajar lari sprint 100 meter. Kontribusi kesiapan mental terhadap hasil belajar lari sprint 100 meter sebesar 17%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dapat disimpulkan bahwa kesiapan mental berperan secara efektif dalam mendukung hasil belajar lari sprint 100 meter peserta didik kelas VI SD Negeri Inpres Melonguane.
References
Baker, J., Schorer, J., & Wattie, N. (2018). Compromising talent: Issues in identifying and selecting talent in sport. Quest, 70(1), 48–63. https://doi.org/10.1080/00336297.2017.1333438
Csáki, I., Szakály, Z., Fózer-Selmec, B., Kiss, S. Z., & Bognár, J. (2017). Psychological and anthropometric characteristics of a Hungarian elite football academy’s players. Physical Culture and Sport, 73(1), 15. https://doi.org/10.1515/pcssr-2017-0002
Da’i, M., Ramadhan, N., & Rohman, A. (2023). Comparison of physical fitness levels between boarding school students based on Islamic boarding school and formal school students. Journal Coaching Education Sport, 4(1), 140–152. https://doi.org/10.31599/em36vx19
Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghosh, C. C. (2024). What can we learn about mental health from 10,933 patient lived experiences using a novel quantitative-qualitative network analysis? Network Science, 12(4), 321–338. https://doi.org/10.1017/nws.2024.10
Jannah, M. (2010). Kontribusi metode neuro-linguistic programming pada konsentrasi pelari cepat (sprinter). Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 1(1), 1–7.
Kirk, D. (2010). Physical education futures. London: Routledge.
Maksum, A. (2012). Metodologi penelitian dalam olahraga. Surabaya: Unesa University Press.
Mulyana, A., & Ira, A. (2024). Pengaruh olahraga lari terhadap kesehatan siswa sekolah dasar. Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier, 8(6). https://sejurnal.com/pub/index.php/jkii/article/view/2228/2580
Nopiyanto, Y. E., Insanistyo, B., Raibowo, S., Prabowo, A., Andriyani, M. U., & Ibrahim, I. (2023). Analisis tingkat kepercayaan diri siswa pada pembelajaran Penjas di SD Negeri 82 Bengkulu Tengah. Jurnal Patriot, 5(3), 165–173.
Nurhasan. (2014). Tes dan pengukuran dalam pendidikan jasmani. Bandung: Alfabeta.
Oswald, F., et al. (2020). A scoping review of the relationship between running and mental health. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(21), 8059. https://doi.org/10.3390/ijerph17218059
Pradana, A. A. (2021). Strategi Pembentukan Karakter Siswa Pada Jenjang Pendidikan Dasar Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan. PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education3(1): 78–93. https://doi.org/10.51675/jp.v3i1.128
Saufi, F. M., Nurkadri, N., Sitopu, G. S., & Habeahan, G. F. (2024). Hubungan antara olahraga dan kesehatan mental. Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.22437/csp.v13i1.33728
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudibyo, Nur Afifah, & Nugroho, R. A. (2020). Survei sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada sekolah menengah pertama di Kabupaten Pringsewu tahun 2019. Journal of Physical Education, 1(1), 18–24. https://doi.org/10.33365/joupe.v1i1.182
Supriyadi, M. (2018). Pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada sekolah dasar. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 1(2), 64–73. https://doi.org/10.31539/jpjo.v1i2.136
Tirtana, E. Y., & Hartati, S. C. Y. (2022). Pengaruh penerapan permainan kecil dalam pemanasan terhadap kesiapan siswa dalam pembelajaran PJOK di SMPN 1 Tuban. Riyadhoh: Jurnal Pendidikan Olahraga, 5(2), 55–63.
Widiastuti. (2015). Tes dan pengukuran olahraga. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Yusuf, S. (2016). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kiki Sore, Wasti Danardani, I Ketut Semarayasa, Kadek Yogi Parta Lesmana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



