Talak Disabilitas Tunawicara
Studi Komparatif Mazhab Hanafi dan Ulama Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3290Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pandangan mazhab Hanafi serta ulama kontemporer mengenai pelaksanaan talak menggunakan bahasa isyarat pada individu dengan disabilitas tunawicara. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif, menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik ulama empat mazhab maupun ulama kontemporer memiliki kesamaan prinsip dalam konsep talak, terutama terkait sumber hukum yang bersandar pada Al-Qur’an dan Hadis Nabi, serta kesamaan dalam rukun, syarat, dan klasifikasi talak. Secara umum, ulama kontemporer membolehkan talak melalui bahasa isyarat apabila maknanya jelas dan tidak menimbulkan keraguan. Dalam pandangan mazhab, terdapat perbedaan penekanan: mazhab Hanafi mensyaratkan talak melalui tulisan yang jelas bagi suami tunawicara yang mampu menulis, sedangkan isyarat tidak dianggap sah; jumhur ulama menilai bahwa talak dari suami yang mampu berbicara tidak sah bila hanya dengan isyarat; sementara mazhab Maliki menganggap isyarat setara dengan kinayah dan dapat sah bila disertai niat yang tegas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media penyampaian talak yang digunakan harus bersifat jelas, pasti, dan mudah dipahami untuk menjamin keabsahan hukum.
References
Al-Hassan, M. (2023). Divorce in Contemporary Islamic Law and the Challenges. International Journal of Humanities, Education & Social Studies (IJHESS). https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IJHESS/article/download/7044/5020/
Al-Juzairi, A. (2015). Fikih Empat Mazhab. Pustaka Al-Kautsar.
Al-Qurthubi. (2008). Tafsir Al-Qurthubi (Terj.). Pustaka Azzam.
Atmoko, D. (2022). Hukum Perkawinan dan Keluarga. Penerbit Litnus.
Attamimi, N. (2010). Fiqih Munakahat. Hilliana Press.
Az-Zuhaili, W. (2011). Fiqh Islam wa Adillatuhu (Terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk., Jilid 9). Gema Insani.
Basri, R. (2020). Fikih Munakahat 2. IAIN Pare.
Fikri. (2016). Dinamika Hukum Perdata Islam di Indonesia. Trust Media.
Ghazaly, A. (2003). Fiqh Munakahat. Prenada Media.
Hajar Atsqalani, I. (1994). Hadits Bulughul Maram (Terj.). Gema Risalah Press.
Hajrasmawati. (2018). Nafkah Perempuan yang Ditalak yang Sedang Menyusui (Suatu Analisis Tafsir Tahlili QS. Al-Talaq/65:7). UIN Alauddin.
Hamdani, A. (2002). Risalah Nikah. Pustaka Arini.
Haris, S., & Umar. (2017). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Gama Media.
Hermanto, A. (2021). Problematika Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Penerbit Litnus.
Jamaludin. (2016). Hukum Perkawinan. Unimal Press.
Kulsum, U. (2020). Sidang perceraian orang yang mengalami disabilitas tunawicara. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Lestari, F. (2020). Persidangan Perceraian Tuna Rungu dan Tuna Wicara di Pengadilan Agama Surabaya. Mataram Health & Social Journal, 2(1). https://jurnalfsh.uinsa.ac.id/mhs/index.php/mal/article/view/2
Naily, N. (2019). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Prenadamedia Group.
Nurridla, A. (2025). Islam Adalah Agama yang Memihak Kaum Difabel. https://kemahasiswaan.uii.ac.id/islam-adalah-agama-yang-memihak-kaum-difabel/
Rajo, S. T. (2025). Perceraian Tidak Sah Kecuali di Pengadilan Agama. https://pa-bukittinggi.go.id/perceraian-tidak-sah-kecuali-di-pengadilan-agama/
RI, K. A. (2018). Kompilasi Hukum Islam. Kemenag.
Rusyd, I. (1995). Bidayatul Mujtahid (Terj. Jilid 2). Dar Al-Fikr.
Sabiq, S. (1983). Fikih Sunnah (Terj. Jilid 4). Dar Al-Fikr.
Siregar, R. (2024). Perspective of Medan City Scholars on the Law of Wives who Demand Divorce from Husbands with Disabilities due to Accidents. Justitia: Jurnal Hukum, 8(2). https://journal.um-surabaya.ac.id/Justitia/article/download/24130/8324
Syaifuddin, M. I. (2020). Keabsahan talak melalui media sosial. Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum Islam, 5(2), 145–158.
Syarifuddin, A. (2009). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Kencana.
Uwaidah, S. K. M. (1996). Fiqih Wanita. Pustaka Al-Kautsar.
Wafa, A. (2018). Hukum Perkawinan di Indonesia. Yasmi.




