Kajian Kelembagaan dan Peran Strategis Bank Sentral dalam Rencana Redemonisasi Rupiah
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3353Keywords:
Redenomination, Central Bank, Monetary EfficiencyAbstract
This study aims to analyze the readiness and role of Bank Indonesia in designing and implementing the redenomination policy, while also assessing its potential impact on improving the efficiency of the national monetary system. Using a literature review method that includes academic journals, books, official reports, and previous research, the findings indicate that the success of redenomination is strongly influenced by macroeconomic stability, policy coordination between the central bank and the government, technological preparedness within the payment system, and the public’s understanding of the transition to the new nominal structure. The analysis reveals that redenomination may simplify financial transactions, reduce operational costs in currency management, accelerate data-processing activities, and strengthen the credibility of the national currency among the public and investors. However, challenges such as public misconceptions about redenomination, potential confusion during the transition period, and the need for political legitimacy from the legislature must be addressed through comprehensive public outreach and strong regulatory support. Overall, this study concludes that redenomination can significantly enhance monetary efficiency when implemented carefully, supported by stable economic conditions, well-coordinated institutions, and active engagement from all stakeholders.
References
Ayu, R. M., Alfitri, N., & Astuti, R. P. (2025). Perjalanan sejarah bank sentral: Peran, tantangan, dan adaptasi dalam sistem ekonomi global. Menulis: Jurnal Penulisan Nusantara, 1(5), 402–409.
Bank Indonesia. (2013). Kajian kesiapan redenominasi rupiah di Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2021). Laporan Tahunan Bank Indonesia 2021. Jakarta: Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2020). Kajian Kebijakan Redenominasi Rupiah. Jakarta: Bank Indonesia.
Chant, J. (2003). Financial stability as a policy goal. Bank of Canada Working Paper.
Crockett, A. (1996). The theory and practice of financial stability. Bank of England.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (n.d.). Redenominasi mata uang rupiah. Kementerian Keuangan RI.
Dornbusch, R., Fischer, S., & Startz, R. (2018). Macroeconomics. McGraw-Hill.
DPR RI. (2017). Naskah akademik Rancangan Undang-Undang tentang Redenominasi Rupiah. Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI.
Fauzan, M. (2023). Stabilitas moneter dan tantangan redenominasi di era digital. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia, 12(1), 55–67.
Fraga, Arminio. (2000). “Monetary Policy in Emerging Markets.” Prepared for the Conference on Central Banking and the World’s Financial System, Jackson Hole, Wyoming. Federal Reserve Bank of Kansas City.
Firliyanti, H. S. (2019). Urgenkah penerapan redenominasi mata uang di Indonesia? Jurnal Manajemen Keuangan Publik, 3(1), 49–62.
Hadi, K. (2025). Redenominasi Rupiah 2027: Antara elegansi angka dan ancaman biaya sistemik. PKS.id.
IDN Times. (n.d.). 4 dampak redenominasi rupiah di kehidupan sehari-hari. IDN Times.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2020). Studi kebijakan redenominasi dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional. Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal.
Lestari, D., & Widodo, A. (2022). Kesiapan infrastruktur sistem pembayaran terhadap kebijakan redenominasi rupiah. Jurnal Keuangan dan Perbankan Nusantara, 8(2), 101–114.
Lianto, J., & Suryaputra, R. (2021). Syarat atau faktor penentu keberhasilan redenominasi mata uang. e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 10(1), 51–.
Mada, B. A. W. K. (2017). Mendorong implementasi redenominasi rupiah untuk peningkatan efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Value: Journal of Management and Business, 1(2).
Mishkin, F. S. (2019). The economics of money, banking, and financial markets. Pearson.
Nugroho, A. B. (2022). Reformasi kebijakan moneter melalui redenominasi rupiah: Stabilitas dan tantangan implementasi. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 14(2), 115–128.
Pinto, Brian, & Ulatov, Sergei. (2010). “Inflation Targeting and the Crisis: An Empirical Assessment.” World Bank Policy Research Working Paper No. 5322. Washington, DC: World Bank.
Putra, D. A., & Sari, R. M. (2021). Analisis peran bank sentral dalam kebijakan redenominasi di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Keuangan Nasional, 9(1), 33–42.
Rahmawati, S. (2021). Persepsi publik dan literasi keuangan dalam implementasi redenominasi. Jurnal Ilmu Ekonomi Nasional, 5(3), 211–224.
Sihombing, R. (2020). Evaluasi dampak sosial dan ekonomi dari rencana redenominasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Makro Indonesia, 9(2), 89–102.
Singleton, J. H. (2006). Central banking in the twentieth century. Cambridge University Press.
Siregar, H., & Wulandari, D. (2018). Redenominasi dan tantangan sosialisasi publik di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 9(2), 134–146.
Wahyuningsih, R., Nursaadah, D. A. P., & Astuti, R. P. (2025). Analisis peran bank sentral dalam mengatur kebijakan moneter dan stabilitas keuangan. Menulis: Jurnal Penulisan Nusantara, 1(5), 448–452.
Yuliani, A. (2023). Kebijakan moneter dan kredibilitas bank sentral dalam mendukung redenominasi rupiah. Jurnal Keuangan dan Moneter Indonesia, 14(1), 34–48.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rayhan Wahyu Dwi Putra, Muhamad Hanidar Dafa Amanullah, Melinda Ayu Andani, Desmitha Rachel Suyyina, Rahadyan Wegig Priyambodo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



