Pemaknaan Identitas Alternatif Remaja Melalui Akun Roleplay di Media Sosial X

Authors

  • Zahra Nabila Sukmana Universitas Indonesia Membangun
  • Amy Elva Silviany Universitas Indonesia Membangun

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3801

Keywords:

Identitas Alternatif, Roleplay, Remaja, Makna Diri, Media Sosial X

Abstract

Perkembangan media sosial telah membuka ruang baru bagi remaja untuk membangun dan mengekspresikan identitas alternatif, salah satunya melalui praktik Roleplay (RP) di platform X. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana remaja memaknai identitas alternatif yang mereka bangun melalui akun Roleplay, serta peran identitas tersebut dalam aspek personal, emosional, sosial, dan pembentukan konsep diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan terdiri dari tiga remaja berusia 17–18 tahun yang aktif menggunakan akun Roleplay selama minimal enam bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi virtual, dan dokumentasi digital. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas alternatif melalui Roleplay berfungsi sebagai ruang ekspresi diri yang memungkinkan remaja menampilkan aspek kepribadian yang tidak dapat sepenuhnya diekspresikan dalam kehidupan offline. Identitas RP memberikan makna personal sebagai sarana eksplorasi diri, makna emosional sebagai media regulasi emosi dan penciptaan emotional safe space, serta makna sosial melalui pembentukan relasi suportif dan sense of belonging dalam komunitas RP. Selain itu, identitas RP berperan sebagai ruang reflektif yang membantu remaja memahami potensi, kebutuhan emosional, dan karakter personal mereka. Temuan juga menunjukkan adanya proses integrasi antara identitas alternatif dan identitas asli, di mana nilai, kepercayaan diri, dan pola komunikasi dari identitas RP turut memengaruhi kehidupan sehari-hari remaja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa identitas alternatif dalam Roleplay tidak hanya bersifat fiktif, tetapi berkontribusi signifikan terhadap pembentukan konsep diri dan perkembangan psikososial remaja di era digital.

References

Akhmad, M. A., At, R., & Muhammad, S. (2025). Membuka kedok dualitas: Mengeksplorasi identitas digital remaja di media sosial.

Alvina Anindyta Putri, R. P. (2024). Pengaruh roleplay di media sosial terhadap perkembangan kepribadian remaja. KOMUNIKOLOGI: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial, 82–88.

Anartia, N., & R. A. (2024). Analisis perspektif influencer pada beauty privilege dalam sosial media Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora.

Anggoro, L. S. (2025). Media sosial dan identitas diri: Dampaknya terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Jurnal Psikologi Insight, 1–10.

Apryanto, F. (2022). Peran generasi muda terhadap perkembangan teknologi. 2(2), 130–134.

Astutik, W., & B. A. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 281–292.

Aulia. (2024). Dampak teknologi digital terhadap pendidikan saat ini. 3(1), 145–163.

Chen, H., Chen, H., Yan, M., Xu, W., Gao, X., Shen, W., Quan, X., Li, C., Zhang, J., & Huang, F. (2024). SocialBench: Sociality evaluation of role-playing conversational agents, 2108–2126.

Dita. (2024). Peran simulakra dalam pembentukan realitas: Konstruksi dunia permainan roleplaying dan dampaknya terhadap identitas individu.

Falenchia, M., & S. (2023). Literasi digital remaja dalam permainan roleplay di media sosial Twitter. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 4064–4072.

Hidayah, N. (2017). Krisis identitas diri pada remaja (Identity crisis of adolescences). Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman, 49–62.

Husna, A., Hasan, K., & Arifin, A. (2024). Identitas dan penciptaan diri di era disrupsi digital. 5.

Idaman, N., & W. H. (2021). Identitas virtual remaja pada media sosial Instagram. Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 20–28.

Intyas, S. D., & Muttaqin, D. (2022). The role of parental psychological control and emotional autonomy in adolescent identity formation. 15(2), 142–152.

Leswidyanti, J. S., & N. M. (2025). Mencari jati diri: Peran peer group dalam membentuk identitas remaja. Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 164–170.

Mawardani, H. A., Sudrajat, A., Program Studi Sosiologi, & Universitas Negeri Surabaya. (n.d.). Hibriditas budaya dalam fandom K-pop: Konstruksi. 66–80.

Meiliana, R., & M. D. (2024). Konsep diri remaja pengguna akun Korean roleplayer di media sosial Facebook. Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi, 764–767.

Mokos, I. E., & Fakultas Seni Pertunjukan. (2025). Konstruksi identitas diri remaja di media sosial: Analisis konsep dramaturgi Erving Goffman. 4(3), 638–649. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i3.4690

Muttaqin, D., & E. E. (2016). Pembentukan identitas remaja di Yogyakarta. Jurnal Psikologi, 231–247.

Nizarisda, T. L., & F. Z. (2023). Upaya peningkatan engagement media sosial Instagram oleh media Parapuan. Jurnal Common.

Oktaviani. (2024). Wawancara psikologi sebagai alat untuk memahami identitas, pencapaian, emosional remaja. 1(1), 1–5.

Pratiwi, L. P., & A. P. (2018). Motif sosiogenesis pasangan roleplay dalam media sosial Twitter. Jurnal Manajemen Komunikasi, 127–143.

Regita, E., & N. L. (2024). Pengaruh media sosial terhadap persepsi diri dan pembentukan identitas remaja di Indonesia. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 46–52.

Riandra, F. N. (2025). Konstruksi identitas gender virtual pada roleplayer K-pop di media sosial Telegram (Studi kasus gender swap roleplayer K-pop). The Commercium, 104–113.

Rimhot. (2024). Wawancara psikologi sebagai alat untuk menyadari identitas, keberhasilan, emosional dalam masa remaja. 3(2), 853–864.

Saputro, A. H., & S. (2023). Bahasa Indonesia pemanfaatan media sosial melalui Tiktok Shop untuk peningkatan penjualan bagi pelaku usaha di Virageawie. Jurnal Abdi Insani.

Sari, Y. (n.d.). Era digital, 1–14.

Saryuti, H. N. (2025). Identitas di era maya: Pencarian jati diri remaja dalam labirin media sosial. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13–23.

Siswanto, A. H. (n.d.). Psikologi remaja: Tantangan dan dinamika perkembangan, 1–15.

Suparmi, S., & J. M. (2024). Lingkungan sebaya dalam upaya mengeksplorasi identitas remaja menurut teori psikososial Erikson. Jurnal Pendidikan Tambusai, 47742–47747.

Umaya, N. S., & M. F. (2024). Personal branding dan identitas virtual remaja di media sosial pada era modern (Studi kasus personal branding dan identitas virtual Wirda Mansur di Instagram). Jurnal Inovasi, 1–18.

Wiryany, D., & A. T. (2023). Digital marketing and social media as a strategy to increase brand awareness: Case study increasing the number of students on brand awareness in social media and digital marketing activities in higher education X. Journal of Business and Management Studies.

Wiryany, D., & A. T. (2024). Media sosial Instagram influencer Adnan Abdillah sebagai media promosi brand fashion. Jurnal Inovasi Komunikasi.

Xia. (2022). A self-determination theory (SDT) design approach for inclusive and diverse artificial intelligence (AI) education, 1–41.

Yunanto, T. A. R., & S. H. (2023). Pembentukan identitas diri remaja pemain game online di dunia virtual pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Diversita, 176–186.

Downloads

Published

2026-01-29

How to Cite

Sukmana, Z., & Silviany, A. (2026). Pemaknaan Identitas Alternatif Remaja Melalui Akun Roleplay di Media Sosial X. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 9. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3801

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 25 26 27 28 29 30 31 32 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.