Polarisasi Politik Gen Z pada Aksi Demonstrasi Agustus 2025 Melalui Sosial Media TikTok
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i2.4030Keywords:
Polarisasi Politik, Generasi Z, Echo Chamber, Tiktok, Demo AgustusAbstract
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji secara analitis proses terbentuknya polarisasi politik di kalangan Generasi Z melalui produksi konten serta pola interaksi yang berlangsung di media sosial TikTok setelah demonstrasi 25–31 Agustus 2025 di Indonesia. Fenomena ini mengindikasikan bahwa dinamika politik tidak lagi terbatas pada ruang fisik semata, melainkan turut mengalami ekspansi ke ranah digital yang dipengaruhi oleh mekanisme algoritmik platform serta kecenderungan perilaku pengguna. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus tunggal. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital terhadap konten TikTok, wawancara semi-terstruktur dengan pengguna yang berasal dari kelompok Generasi Z, serta dokumentasi terhadap konten-konten yang dianggap relevan. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik guna mengidentifikasi pola narasi, ekspresi emosional, penggunaan simbol visual, serta bentuk-bentuk interaksi antar pengguna. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa polarisasi politik terbentuk melalui fragmentasi narasi konten antara kelompok yang pro dan kontra, penguatan emosi kolektif yang muncul dalam kolom komentar, serta pemanfaatan simbol yang merepresentasikan posisi ideologis tertentu. Di samping itu, algoritma TikTok turut berperan dalam mendistribusikan konten secara repetitif sehingga memperkuat kecenderungan terbentuknya echo chamber. Adapun pola interaksi pengguna yang cenderung pasif, selektif, dan defensif semakin memperdalam segregasi informasi yang terjadi. Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai medium distribusi informasi, tetapi juga sebagai ruang yang secara aktif memproduksi sekaligus mereproduksi polarisasi politik di kalangan Generasi Z. Temuan ini menegaskan urgensi literasi digital dalam merespons arus informasi di media sosial, khususnya di kalangan Generasi Z.
References
Aliah, A. R. H., & Nurfazri, M. (2023). TikTok as a media for self-existence among Gen Z in the middle of the COVID-19 pandemic. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 4(1), 49–65. https://doi.org/10.23917/sosial.v4i1.1706
Ananda, Rohman, & Husodo. (2025). Implikasi pemblokiran sementara fitur live TikTok terhadap praktik digital citizenship dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 405–414.
Ariadne, Sanofi, Wibowo, & Arifin. (2025). Political communication preferences of Generation Z in West Java: Insights from an explanatory sequential study. International Journal of Adolescence and Youth, 30(1). https://doi.org/10.1080/02673843.2025.2512841
Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo. (2025, Februari 5). Memahami generasi Z: Tantangan, perilaku, dan peluang. https://gorontalokab.bps.go.id/id/news/2025/02/05/30/memahami-generasi-z--tantangan--perilaku--dan-peluang.html
Campus, K. M. (n.d.). KMC Journal, 7(1), 1–20.
Cinelli, M., De Francisci Morales, G., Galeazzi, A., Quattrociocchi, W., & Starnini, M. (2021). The echo chamber effect on social media. Proceedings of the National Academy of Sciences, 118(9). https://doi.org/10.1073/pnas.2023301118
Dataloka. (2025). Indonesia masih jadi negara pengguna TikTok terbanyak di dunia pada Oktober 2025. https://dataloka.id/humaniora/5190/indonesia-masih-jadi-negara-pengguna-tiktok-terbanyak-di-dunia-pada-oktober-2025/
Dewi, R. K., & Suparman, S. (2025). Algoritma TikTok dan pandangan mahasiswi: Mengungkap pengaruh filter bubble dalam kasus mafia skincare. Akademik: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(2), 1157–1167. https://doi.org/10.37481/jmh.v5i2.1458
Fathurochman, N. Y., & Tutiasri, R. P. (2023). Penerimaan generasi Z terhadap polarisasi politik. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(9), 6837–6845. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i9.2833
Guntur Purboyo, M., Amriwan, A., Tivantara, B. J., & Putra, H. D. (2025). Ambivalensi politik digital: Algoritma, gamifikasi, dan polarisasi generasi Z di TikTok. JSA (Jurnal Sosiologi Andalas), 11(2), 172–190.
Husairi, M. S., & Azzahra, S. M. (2025). The influence of TikTok’s algorithm on public opinion regarding health policy in South Jakarta. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian, 5(2), 810–815.
Husnullail, M., et al. (2024). Teknik pemeriksaan data dalam riset ilmiah. Genta Mulia, 15(2), 70–78.
Hutomo, E. C., Atmojo, N., Harimurti, Y. W., & Inda, P. T. (2025). Demonstrasi sebagai batasan hak konstitusional di Indonesia (Studi kasus demonstrasi 25 Agustus 2025). 3(12).
Judijanto, L., Wandan, H., Triyantoro, A., & Suroso, S. (2024). Pengaruh politik identitas dan penggunaan media sosial terhadap partisipasi politik digital pemilih milenial dan Gen Z di Indonesia. Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 24–35. https://doi.org/10.58812/sish.v2i01.500
Kadir, N. (2022). Social media and participatory politics: A public sphere study, democracy for millennials and Gen Z. Resiprokal, 4(2), 198–211.
Khasanah, I. L., & Wawuan, F. Z. (2023). Polarisasi politik dan upaya rekonsiliasi melalui halal bihalal. Jurnal Ilmiah Muqoddimah, 7(2), 420–429. https://doi.org/10.31604/jim.v7i2.2023.420-429
Kusumawardani, V., Agustin, D. A. C., & Permatasari, S. S. (2025). Social media and political preferences among Generation Z in the 2024 Indonesian general election. Mediakita, 9(2), 246–269. https://doi.org/10.30762/mediakita.v9i2.2762
Levy, G., & Razin, R. (2019). Echo chambers and their effects on economic and political outcomes. Annual Review of Economics, 11, 303–328. https://doi.org/10.1146/annurev-economics-080218-030343
Lumbarau, R. E., & Ibrahim, R. A. (2026, Februari 19). Temuan Komisi Pencari Fakta di balik kerusuhan Agustus 2025: “Akumulasi kemarahan publik dan pola operasi mirip Malari 1974”. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c33j736158jo
Makarawung, Y. A., Wulandari, Y. F., & Himawan, S. (2024). Analisis konten TikTok dalam komunikasi politik capres-cawapres di Pemilu 2024 untuk generasi Z. Brand Communication, 3(4), 320–336. https://doi.org/10.70704/bc.v3i4.315
Manuputty, C. R., Hanita, M., & Ritonga, R. (2025). Fenomena bias politik media sosial dalam polarisasi selama pemilihan umum presiden 2024. Warta ISKI, 8(1), 206–221. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v8i1.371
Nur, E. (2020). Tanggapan generasi Z terhadap pemanfaatan media sosial dalam mendukung keterlibatan dalam pemilu legislatif 2019. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan, 24(2), 117–131. https://doi.org/10.46426/jp2kp.v24i2.122
Paranita, S., Rahmawati, D., & Nurdayani, A. (2024). Pengaruh media sosial terhadap partisipasi generasi Z pada pemilihan presiden 2024. 6, 168–180.
Putra, T. R., Wahyuni, R. T., Meilani, N., Anjani, M., & Sari, D. K. (2024). Partisipasi politik Gen Z: Eksplorasi peran media sosial dalam pembentukan kesadaran politik remaja. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Politik, 2(1), 61–68. https://doi.org/10.61476/bpkxy103
Rafsanjani, S. R., Akbar, M. F., & Allifiansyah, S. (2025). Representasi fenomena FOMO: Analisis fenomenologi aksi demonstrasi 25 Agustus 2025 para ojol di TikTok. JIMU, 3(4).
Ramlan, A. F., Mustofa, M. U., Suhaini, Z. I., Azizi, N. Q. S., Norizam, W. A. H., & Solihah, R. (2025). Meninjau kembali ruang publik: Media sosial dan pembentukan agenda politik melalui lensa Habermas. Sosioglobal, 9(2), 201–210. https://doi.org/10.24198/jsg.v9i2.62982
Raza, A. M., Aulia, N., & Sopian, S. (2025). The echo chamber effect: Analisis sosiologis peran algoritma media sosial dalam pembentukan solidaritas dan polarisasi kelompok di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi, 3(1), 39–52.
Rifki, M., Pujawati, A. R., Fauziah, N., & Juhara, H. (2025). Represifisme, beban publik, dan ekonomi rakyat: Krisis nilai di tengah kekerasan negara. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(5). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i5.2053
Risnita, Sofwatillah, Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Genta Mulia, 15(2), 79–91.
Rizanul, R. C., Egistin, D., Jasmine, A., & Juniarto, D. (2025). Analisis peran media sosial (TikTok) dalam dinamika partisipasi politik pada pemilu presiden 2024. Journal of Social Contemplativa, 3(1), 51–61. https://doi.org/10.61183/jsc.v3i1.91
Robbani, M. (2026). Penggunaan media sosial TikTok dalam kampanye politik pilpres 2024. Future Academia, 4(1), 92–102. https://doi.org/10.61579/future.v4i1.717
Ross Arguedas, A., Robertson, C., Fletcher, R., & Nielsen, R. K. (2022). Echo chambers, filter bubbles, and polarisation: A literature review. Reuters Institute. https://doi.org/10.60625/risj-etxj-7k60
Salsabila, K. A., Anastasya, N., Saritza, Z., Simanjuntak, A. C., Nafis, M., Situmorang, K. R., Manurung, R., & Annisa, S. (2025). Crisis of trust and reform in the DPR during President Prabowo’s era. JIIC, 2(9), 16686–16695.
Setiawati, T., Tiara, A., & Mustika, S. (2023). Social media as a negative source of political news in a polarized society. Jurnal Komunikasi, 17(2), 243–256. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol17.iss2.art7
Syadila, A. V., Quinna, M. S., & Aminulloh, A. (2025). Industri buzzer dan polarisasi politik di era digital. Tuturlogi, 6(1), 28–38. https://doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2025.006.01.3
Utama, R. H. (2025). Pemblokiran live streaming pada media sosial dalam bentuk demonstrasi. ResearchGate.
Woodward, L. (2024). The co-participants model for fetal involvement in research.
Yahya, Y. K., & Mahmudah, U. (2019). Echo chambers di dunia maya. Religi, 15(2), 141–150. https://doi.org/10.14421/rejusta.2019.1502-02
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rafiq Rasya Bintaher, Devi Wening Astari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



