One Village One Product (OVOP) di Dusun Ngasem Kabupaten Gunung Kidul

Authors

  • Mohammad Kus Yunanto Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) AAN Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.3008

Keywords:

Pengembangan, Potensi Wisata, Desa Ngasem, Satu Desa-Satu Produk

Abstract

Penelitian ini membahas potensi pariwisata Dusun Ngasem, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul sebagai kawasan yang penulis rekomendasikan dalam program One Village-One Product. Gunung Kidul sangat terkenal dengan keindahan pantainya, khususnya Dusun Ngasem, Kecamatan Tepus. Hal ini menjadikan wisata pesisir sebagai produk unggulan daerah ini. Produk unggulan itu sendiri merupakan produk potensial yang dikembangkan pada suatu daerah dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global. Penelitian ini menunggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, Dusun Ngasem sebagai alternatif wisata di Yogyakarta, khususnya di Kecamatan Tepus Gunung Kidul yang mengacu pada program OVOP sangat layak untuk dikembangkan meskipun juga memiliki kekurangan. Hal ini terlihat dari aspek aksesibilitas yang sudah memadai, ketersediaan infrastruktur jalan beraspal yang mendukung kelancaran lalu lintas, fasilitas wisata yang relatif lengkap, serta atraksi yang memiliki daya tarik tinggi seperti panorama alam dan panjat tebing. Selain itu, sudah ada lembaga penunjang wisata, kreativitas masyarakat dalam pengelolaan wisata pantai, keberlanjutan pengelolaan dengan inovasi baru, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan pariwisata.

References

Antariksa, B. (2011). Peluang dan tantangan pengembangan kepariwisataan di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Baud-Bovy, M., & Lawson, F. (1998). Tourism and recreation: Handbook of planning and design. London: Architectural Press.

Burkart, A. J., & Medlik, S. (1974). Tourism: Past, present, and future (2nd ed.). London: Heinemann.

Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., & Wanhill, S. (1995). Tourism: Principles and practice. London: Longman.

Daniel, E. (2009). Penulisan karya ilmiah. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan.

Gambar. (n.d.). Retrieved January 10, 2016, from https://encryptedtbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTItp1MSiUcpkmuCEhx2LjuUkg5FMiZtwFqXknZdZtQzq-JwW4U

Gunn, C. A. (1979). Tourism planning. New York: Crane Russak & Company, Inc.

Hardjasoemantri, K. (2002). Hukum tata lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hikmat, H. (2001). Strategi pemberdayaan masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.

Inskeep, E. (1991). Tourism planning and sustainable development approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

Institut Teknologi Bandung. (2016, January 7). ITB Journal. Retrieved from http://journal.itb.ac.id

James, J. S. (1994). Pariwisata Indonesia dan perkembangannya. Yogyakarta: Kanisius.

Kementerian Koperasi dan UKM. (2016, December 27). Retrieved from http://www.depkop.go.id

Kementerian Pariwisata. (2019). Rencana strategis pengembangan destinasi dan industri pariwisata. Jakarta: Kementerian Pariwisata.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Mill, R. C. (2000). Tourism: The international business. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mill, R. C., & Morrison, A. M. (1985). The tourism system: An introductory text. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasir, M. (2000). Metodologi penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Paramitasari, D. I. (2010). Dampak pengembangan pariwisata terhadap kehidupan masyarakat lokal (Undergraduate thesis). Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar ilmu pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Priasukmana, S., & Mulyadin, R. M. (2013). Pembangunan desa wisata: Pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Daerah. Jurnal Info Sosial, 2(1), 38.

Putra, I. N. D., & Pitana, I. G. (2010). Pariwisata pro-rakyat. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Rifhi, S. (2006). Antropologi sosial. Jakarta: Pustaka Setia.

Roesmidi, M. M., & Risyanti, R. (2008). Pemberdayaan masyarakat. Bandung: Alqaprint Jatinangor.

Sanjaya, R. B. (2018). Strategi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Kemetul, Kabupaten Semarang. JUMPA, 5(1), 92.

Sholikhin, M. (1999). Pengembangan desa wisata. Jakarta: DEPPARSENIBUD.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

STEKPI. (2016, January 9). Retrieved from http://www.stekpi.ac.id

Sugiharto, Y., & Rizal, S. (2008). Gerakan OVOP sebagai upaya peningkatan pembangunan daerah. Jakarta: Benchmark.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: CV Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2007). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.

Suwantoro, G. (2001). Dasar-dasar pariwisata. Yogyakarta: Andi.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Kewenangan Desa.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Pasal 6 & 7 tentang Pembangunan Pariwisata.

Williams, B. K., & Sawyer, S. C. (2003). Using information technology: A practical introduction to computers and communications. London: Career Education.

Winartha, I. M. (2006). Metodologi penelitian sosial ekonomi. Yogyakarta: Andi.

Yoeti, O. A. (1991). Pengantar ilmu pariwisata. Bandung: Angkasa.

Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi pariwisata. Jakarta: Kompas.

Downloads

Published

2025-09-18

How to Cite

Yunanto, M. (2025). One Village One Product (OVOP) di Dusun Ngasem Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 12. https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.3008

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.