Evaluasi Perluasan Regulasi Komisi Penyiaran Indonesia Dalam Pasal 42 Ayat 2 RUU Penyiaran Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3435Keywords:
Regulasi, RUU Penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, UU Penyiaran, PersAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kegiatan penyiaran serta mengkaji implikasi Revisi Undang – Undang Penyiaran terhadap kebebasan pers, demokrasi dan independensi. Penelitian ini memakai metode kualitatif dan sifatnya condong pada deskriptif analitik yang akan menguraikan bagaimana menjelaskan fenomena dan situasi terkait Revisi Undang – Undang Penyiaran. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa perluasan wewenang KPI dalam Pasal 2 Ayat 2 Revisi Undang - Undang Tahun 2024 berpotensi timbulnya konflik dengan prinsip-prinsip kebebasan pers. Evaluasi juga menunjukkan bahwa proses penyusunan Revisi Undang - Undang Penyiaran perlu melibatkan lebih banyak partisipasi dari berbagai elemen masyarakat. Secara garis besar, dalam perumusan regulasi penyiaran tersebut bahwa Rancangan Undang - Undang Penyiaran mengakibatkan banyaknya permasalahan demokrasi kebebasan berpendapat, berekspresi dan independensi lembaga masyarakat seperti Dewan Pers dan tidak adanya transparansi dalam perumusannya yang dari awal sudah bermasalah dan tidak menggunakan Undang - Undang Dasar 1945 sebagai dasar perumusan yang fundamental.
References
Adhitia, D., & Nailizzulfa, A. (2023). Skema Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam Pengaturan Media Baru Konten Keislaman di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1847-1856.
Akil, M. A. (2014). Regulasi Media di Indonesia (Tinjauan UU Pers dan UU Penyiaran). Jurnal Dakwah Tabligh, 15(2), 137-145. https://doi.org/10.24252/jdt.v15i2.344
Ali, W. and Hassoun, M. (2019). Artificial intelligence and automated journalism: contemporary challenges and new opportunities. International Journal of Media, Journalism and Mass Communications, 5(1). https://doi.org/10.20431/2454-9479.0501004
Amrihani, H. A. (2021). Pers di Indonesia, Malaysia dan Thailand: Sama-sama Bebas tetapi Berbeda. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, 2(2), 104-117. https://doi.org/10.25008/caraka.v2i2.64
Anwar, A. H. (2023). Pendidikan The Pure Theory Of Law: Hans Kelsen dalam Bidang Ilmu Hukum. Ensiklopedia Education Review, 5(1), 143-149. https://doi.org/10.33559/eer.v5i1.1876
Aryani, N. M., & Hermanto, B. (2019). Gagasan Perluasan Lembaga Negara sebagai Pihak Pemohon dalam Sengketa Kewenangan antar Lembaga Negara di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 16(2), 181.
Asa, A. I., Munir, M., & Ningsih, R. S. M. (2021). Nonet And Selznick’s Responsive Law Concept In A Historical Philosophy Perspective. Crepido, 3(2), 96-109. https://doi.org/10.14710/crepido.3.2.96-109
Berry, M. F. (2021). Pembentukan Teori Peraturan Perundang-Undangan. Muhammadiyah Law Review, 2(2), 87-91. http://dx.doi.org/10.24127/lr.v2i2.1461
Budiman, A. (2020a) ‘Perdebatan Kepentingan Kebijakan Digitalisasi Penyiaran di Indonesia (studi Kasus Perumusan kebijakan Digitalisasi Penyiaran Pada Ruu penyiaran di DPR 2009-2014 dan 2014-2019) [interest disputes of broadcasting digitalization policy in Indonesia]’, Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 11(1), pp. 107–126. http://dx.doi.org/10.22212/jp.v11i1.1613
DA, A. T. (2024). Ruu Penyiaran Berpotensi Berangus Kebebasan Pers. hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/berita/a/ruu-penyiaran-berpotensi-berangus-kebebasan-pers-lt664c181ae5594
Dewanpers.or.id. (2024). Komunitas Pers Tolak DRAF Ruu penyiaran. https://dewanpers.or.id/berita/detail/2553/Komunitas-Pers-Tolak-Draf-RUU-Penyiaran
DPR RI. EMedia DPR RI - Pusat Berita Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2024, June 20). https://emedia.dpr.go.id/2024/06/19/menjaga-iklim-demokrasi-komisi-i-tunda-pembahasan-ruu-penyiaran/
Dwi, L. M. N. (2022). Penerapan Kode Etik Jurnalistik Kaitannya Dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers Pada Kebebasan Pers. Maha Widya Duta: Jurnal Penerangan Agama, Pariwisata Budaya, dan Ilmu Komunikasi, 1(1), 107-116. https://doi.org/10.55115/duta.v1i1.680
Effendi, T. (2021). Metode Penelitian Hukum (Yuridis Normatif). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Firmansyah, M., Masrun, M., & Yudha S, I. D. (2021). Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif. Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156–159. https://doi.org/10.29303/e-jep.v3i2.46
Hakim, L. and Kurniawan, N. (2022). Membangun Paradigma Hukum HAM Indonesia Berbasis Kewajiban Asasi Manusia. Jurnal Konstitusi, 18(4), 869.
Halilah, S., & Arif, M. F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(II).
Herman, H. and Rusadi, U. (2020) ‘Dualitas Struktur di Balik Ruu Penyiaran’, Jurnal Riset Komunikasi, 3(2), pp. 210–223. https://doi.org/10.38194/jurkom.v3i2.167
Hikmat, M. M. (2020). Politik Penyiaran Lokal. Yayasan Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi.
Hutauruk, A. (2023). The dichotomy between legal certainty and overlapping court rulings. Jurnal Syntax Admiration, 4(4), 416-425. https://doi.org/10.46799/jsa.v4i4.571
Hutauruk, A. (2023). The Dichotomy Between Legal Certainty and Overlapping Court Rulings. Jurnal Syntax Admiration, 4(4), 416-425. https://doi.org/10.46799/jsa.v4i4.571
Iswandi, K., & Prasetyoningsih, N. (2020). Penyelesaian Sengketa Kewenangan
KPI Adalah Kunci. Remotivi. (2024). https://www.remotivi.or.id/artikel/863
Lembaga Negara Independen Di Indonesia. Sasi, 26(4), 434-446.
LPM Berdikari. (2024). Narasi Foto: Koalisi Masyarakat dan Pers adakan Aksi Tolak RUU Penyiaran [Instagram Post].
Menjaga iklim Demokrasi, Komisi I Tunda Pembahasan Ruu Penyiaran - EMedia
Muhtadi, M. (2011). Penerapan Teori Hans Kelsen Dalam Tertib Hukum Indonesia. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 5(3). https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v5no3.75
Mutmainnah, N. (2019). Upaya Pemerintah Mempertahankan Posisi Sebagai
Naskah Akademis Rancangan Undang-undang penyiaran. (n.d.-a). https://berkas.dpr.go.id/armus/file/Lampiran/leg_1-20200421-114543-8464.pdf
Prianto, W. (2024). Analisis Hierarki Perundang-Undangan Berdasarkan Teori Norma Hukum Oleh Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(1), 08-19.
Prodigy: Jurnal Perundang-Undangan (Vol. 10, No. 1, Juli 2022). Pusat Perancangan Undang-Undang, Badan Keahlian DPR RI. https://berkas.dpr.go.id/puupolhukham/jurnal-prodigy/public-file/jurnal-prodigy-public-12.pdf
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Ilmu dan Teknik Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Qosim, N. (2022, February 2). Penyiaran, KPI, dan Masyarakat yang Cerdas. https://doi.org/10.31219/osf.io/cwdby
Regulator Utama Penyiaran di Indonesia. Jurnal Komunikasi, 14(1), 23-40.
Riyanto, M. (2019). Arah Revisi Undang-Undang Penyiaran Dalam Perspektif Hukum Ekonomi. Spektrum Hukum, 16(1), 60. http://dx.doi.org/10.35973/sh.v16i1.1127
Rizki, D., Sari, E., & Yusrizal, Y. (2022). Penerapan Hukum Responsif Dalam Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia. Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 10(1), 31-45. https://doi.org/10.29103/sjp.v10i1.7934
Ruu Penyiaran Suatu Keniscayaan, Jawaban Atas kebutuhan Lembaga Dan Penyiaran era sekarang. (2024). https://www.kpi.go.id/id/umum/38-dalam-negeri/37455-ruu-penyiaran-suatu-keniscayaan-jawaban-atas-kebutuhan-lembaga-dan-penyiaran-era-sekarang
Sahputra, D. (2020). Implementasi Hukum Pers di Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 20(2), 259-274. https://doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.259-274
Setiawan, A., & Fajar, M. K. (2021). Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur sebagai Lembaga Independen dalam Penyelesaian Pelanggaran Siaran. Unnes Political Science Journal, 5(1), 1–5. https://doi.org/10.15294/upsj.v5i1.44608
Syukri, M. (2024). Analisis Hukum Normatif UU No 32 Tahun 2002 Mengenai Peran KPI Sebagai Lembaga Pelayanan Publik Dalam Hal Pengawasan Penyiaran di Indonesia. UNES Law Review, 6(4), 10561-10567. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.1923
Tuazon, J. P. L., Arcalas, J. E. Y., Soliman, J. M. D., & Opiniano, J. (2020). Journalists’ creative process in newswork: a grounded theory study from the philippines. Journalism, 146488492094790. https://doi.org/10.1177/1464884920947909
Tunggati, M. T. (2024). Ius Constituendum Dalam Sinkronisasi Kewenangan Penyelesaian Sengketa Jurnalistik di Bidang Penyiaran (Kajian Revisi Undang-Undang Penyiaran). Jurnal Hukum Bisnis, 2(1), 22-47. https://doi.org/10.37606/j-kumbis.v2i1.167
Wahyuanto, E., Mintarti, A., Heriyanto, H., Hastuti, S., & Widodo, J. D. T. (2024). Jurnalisme Investigasi dalam Perspektif Draf UU Penyiaran dan Implikasinya. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(3), 7358-7367. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i3.29591
Wuryanta, A. G. E. W. (2023). Pergolakan Demokratisasi Media Penyiaran: Kajian Kebijakan dan Regulasi dalam UU Penyiaran. PT Literasi Nusantara Abadi Grup.
Yunus, Sapto. (2024). Ragam Pendapat Soal Implikasi RUU Penyiaran Terhadap Kebebasan Pers. Nasional.tempo.co. Diakses tanggal 25 Mei 2024, dari https://nasional.tempo.co/read/1868870/ragam-pendapat-soal-ruu-penyiaran-terhadap-kebebasan-pers
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Luluk Masrifah Yazid, Ni Putu Deviana Anjani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



