Kerja Sama Sister City Antara Kota Bandung dan Kota Seoul Pada Program Smart City di Masa New Normal
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3501Keywords:
Sister City, Smart City, Seoul, Kota BandungAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kerja sama sister city antara Kota Bandung dan Kota Seoul dalam pelaksanaan pengembangan smart city pada masa new normal, dengan fokus pada peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh Seoul Human Resource Development Center (SHRDC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi untuk menggambarkan proses pelaksanaan serta capaian kerja sama. Analisis dilakukan berdasarkan sebelas indikator kerja sama sister city menurut Sister Cities International. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa indikator belum tercapai secara optimal akibat berbagai tantangan dan hambatan yang muncul pada masa pasca-COVID-19, seperti keterbatasan koordinasi, keberlanjutan program, dan penyesuaian terhadap perubahan kondisi. Meskipun demikian, kerja sama sister city antara Kota Bandung dan Kota Seoul telah menghasilkan capaian konkret yang mendukung pengembangan smart city. Capaian tersebut antara lain terwujudnya Bandung Command Center (BCC) sebagai sistem layanan publik dan pusat informasi terpadu, serta penerapan Advanced Traffic Control System (ATCS) untuk meningkatkan pengelolaan lalu lintas. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama sister city tetap memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan mendorong pengembangan smart city di Kota Bandung.
References
Baedarus, H. M. (2022, Agustus 8). Habat, Smart City Bandung Jadi Rujukan Petaling Jaya. Retrieved from https://cirebon.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-045222758/hebat-smart-city-bandung-jadi-rujukan-petaling-jaya?page=all
Bagian Kerja Sama Kota Bandung. (2019). Kerja Sama Daerah Dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri.
Bandung, Bagian Kerja Sama Kota. (2019, September 26). Kerjasama Daerah Dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri (KSDPL). Retrieved from https://kerjasama.bandung.go.id/ksln/ksdpl
Barston, R. P. (2019). Modern Diplomacy. New York: Routledge.
Corpuz, J. C. (2021). Adapting to the Culture of 'New Normal': An Emerging Response to COVID-19. Journal of Public Health, 344-345.
Dameri, R. (2013). Searching for Smart City Definition: a Comprehensive Proposal. International Journal of Computers & Technology.
Daun, F. N. (2022). Optimalisasi Kerjasama Sister City Bandung dan Seoul Melalui Aktivitas Diplomasi Kebudayaan.
De Villiers, J. C., & Coning. (2007). Towards an Understanding of the Success Factors in International Twinning and Sister City Relationships. South African Journal of Business Management, 38.
Dina, Rahayu, R. R., Nurlatifah, R. S., Maulana, I., Hidayat, R., Nuraeni, H. I., . . . Kresnawan, A. (2022). Upaya Peningkatan Masyarakat Terhadap Pencegahan COVID-19 di Wilayah Kelurahan Babakan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti.
Jackson, R., & Sorensen, G. (2013). Pengantar Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Keohane, R. O., & Nye, J. S. (1977). Power and Interdependence: World Politics in Transition. Boston: Brown & Co.
Kerjasama Kota Bandung. (2017, September). Bagian Kerjasama Kota Bandung. Retrieved from Smart City: https://kerjasama.bandung.go.id/profil/smart-city
Kim, S., & Choi, J. (2018). The Effectiveness of Sister City Relationships in Korea: The Case of Seoul Metropolitan Government. Journal of Contemporary Eastern Asia, 68-88.
Lecours, A. (2021). The Politics of Territorial Fragmentation: Subnational Governments and Foreign Policy. Oxford University Press.
Memorandum of Understanding Between Bandung and Seoul. (2016). Memorandum of Understanding Between Bandung and Seoul.
Mingst, K. A. (2004). Essentials of International Relations. New York: W. W. Norton.
Santoso, A., & Wibowo, R. (2021). Sister city initiatives in Indonesian cities: A case study of Bandung. Journal of Regional Studies.
Schwab, K., & Malleret, T. (2020). The Great Reset. Genewa: World Economic Forum.
Seoul Metropolitan Government. (2023, Oktober 29). Seoul Smart City Platform White Paper. Retrieved from chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://publicadministration.un.org/Unpsa/Portals/0/UNPSA_Submitted_Docs/2019/4f4c5d55-C9e6-4e61-Bc76-F8fc93bfdcdf/2020%20UNPSA_SCPM_Whitepaper_27112019_011429_0bc8129d-6963-46a7-A4a2-0d29c203ca4c.Pdf?Ve
Soldatos, P. (2024). An introduction to subnational foreign policy. Routledge.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Yogyakarta: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tjandradewi, B. I., & Marcotullio, P. J. (2009). City to City Networks: Asian Perspectives on Key Elements and Areas for Success. Habitat International.
Yoo, Y. (2021). Toward Sustainable Governance: Strategic Analysis to the Smart City Seoul Portal in Korea.
Yun, H., & Lee, S. (2023). Sister city partnerships: Evaluating Seoul-Bandung collaboration. Asian Journal of Urban Studies, 89-105.
Ziegler, P. (2023, Maret 27). Types of Diplomacy and Diplomatic Practice In 21st Century. Retrieved from https://bestdiplomats.org/types-of-diplomacy/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Shafa Kamila Khairunnisa, Dina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



