Netnografi: Analisis Sentimen Publik Terhadap Kenaikan Tarif Ppn 12%
DOI:
https://doi.org/10.53697/emak.v7i2.3739Keywords:
Netnografi, Sentimen Public, Kebijakan Pajak, PPN 12%, Media SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis respon dan sentimen masyarakat terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% serta implikasinya terhadap legitimasi kebijakan fiskal pemerintah dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap diskursus publik di media sosial dan forum daring, meliputi platform X (Twitter), Instagram, TikTok, dan Reddit (r/Indonesia), dengan memanfaatkan tagar dan kata kunci yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, kategorisasi sentimen (positif, negatif, dan netral), serta interpretasi dampak sosial dari narasi warganet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi respon masyarakat, terutama terkait meningkatnya biaya hidup, tekanan ekonomi terhadap kelas menengah dan pelaku UMKM, persepsi ketidakadilan kebijakan, serta rendahnya kepercayaan terhadap transparansi pengelolaan pajak. Sentimen netral mencerminkan pemahaman atas urgensi fiskal negara namun disertai kritik terhadap komunikasi dan implementasi kebijakan, sedangkan sentimen positif bersifat terbatas dan kondisional, bergantung pada transparansi fiskal, peningkatan layanan publik, dan perlindungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa legitimasi kebijakan fiskal tidak hanya ditentukan oleh rasionalitas ekonomi, tetapi juga oleh penerimaan sosial dan tingkat kepercayaan publik.
Downloads
References
Afifah, N., Paramita, M. H., & Nurlinda, K. (2019). Tinjauan pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak sebagai upaya peningkatan penerimaan pajak. Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan, 3(2). https://doi.org/10.25139/jaap.v3i2.2192
Agasie, D., & Zubaedah, R. (2022). Urgensi kenaikan tarif pajak pertambahan nilai berdasarkan asas kepentingan nasional. Perspektif Hukum, 215–239. https://doi.org/10.30649/ph.v22i2.131
Alotaibi, K. O. (2021). The impact of applying value added tax (VAT) on corporate sales. Journal of Contemporary Issues in Business and Government, 27(6). https://doi.org/10.47750/cibg.2021.27.06.002
Amaranggana. (2021). Kenaikan PPN 11%, penerimaan negara vs daya beli masyarakat. Pajakku. https://www.pajakku.com/read/61965d634c0e791c3760c06d/Kenaikan-PPN-11-Persen-Penerimaan-Negara-VS-Daya-Beli-Masyarakat
Amrin, A., Khairusoalihin, K., & Muthoifin, M. (2021). Tax modernization in Indonesia: Study of Abu Yusuf’s thinking on taxation in the book of Al-Kharaj. Profetika: Jurnal Studi Islam, 23(1), 30–42. https://doi.org/10.23917/profetika.v23i1.16792
Bangsawan, A. A., & Alkam, R. (2023). Implikasi atas kenaikan tarif PPN terhadap orang pribadi dan pengusaha guna optimalisasi penerimaan negara pasca pandemi. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(1), 83–93. https://doi.org/10.37531/sejaman.v6i1.3771
Castells, M. (2012). Networks of outrage and hope: Social movements in the internet age. Polity Press.
Christover, A. P. (2016). Pemahaman ekstensifikasi wajib pajak dan intensifikasi pajak terhadap persepsi fiskus tentang penerimaan pajak. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 4(1). https://doi.org/10.35794/emba.4.1.2016.12294
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Djufri, D. (2022). Dampak pengenaan PPN 11% terhadap pelaku dunia usaha sesuai UU No. 7 Tahun 2021 tentang harmonisasi peraturan perpajakan di Indonesia. Journal of Social Research, 1(5), 391–404. https://doi.org/10.55324/josr.v1i5.106
Huda, M. K., & Hernoko, A. Y. (2017). Tax amnesties in Indonesia and other countries: Opportunities and challenges. Asian Social Science, 13(7), 52–61. https://doi.org/10.5539/ass.v13n7p52
Jannah, N. M., & Supadmi, N. L. (2021). The effect of the imposition of value added tax and sales tax on luxury goods for consumer purchasing power. American Journal of Humanities and Social Sciences Research, 5.
Dye, T. R. (2017). Understanding public policy (15th ed.). Pearson Education.
Kirchler, E. (2007). The economic psychology of tax behaviour. Cambridge University Press.
Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined. SAGE Publications.
Larasati, R., & Wibowo, D. (2022). Implementasi kenaikan tarif PPN pasca UU No. 7 Tahun 2021 pada pengusaha kena pajak di Surabaya. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 11(12).
Liyana, N. F. (2021). Menelaah rencana kenaikan tarif PPN berdasarkan bukti empiris serta dampaknya secara makro ekonomi. Jurnal Pajak Indonesia (Indonesian Tax Review), 5(2), 124–135. https://doi.org/10.31092/jpi.v5i2.1394
Musgrave, R. A., & Musgrave, P. B. (1989). Public finance in theory and practice (5th ed.). McGraw-Hill.
OECD. (2017). Tax morale: What drives people and businesses to pay tax? OECD Publishing.
OECD. (2020). Consumption tax trends 2020: VAT/GST and excise rates, trends and policy issues. OECD Publishing.
Pike, R., Lewis, M., & Turner, D. (2009). Impact of VAT reduction on the consumer price indices. Economic & Labour Market Review, 3, 17–21. https://doi.org/10.1057/elmr.2009.139
Putri, V. G., & Subandoro, A. (2022). Analisis pengaruh kenaikan tarif PPN 11% terhadap penjualan pada PT X. Jurnal Revenue: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 3(1), 54–58. https://doi.org/10.46306/rev.v3i1.95
Resmi, S. (2019). Perpajakan: Teori & kasus (10th ed.). Salemba Empat.
Safonova, M. F., et al. (2016). Taxes harmonization features in the European Union countries. International Journal of Economics and Financial Issues, 6(8), 154–159.
Santoso, Y. I. (2022). Tarif PPN 11% per April 2022, lebih tinggi dari Malaysia dan Singapura. DDTC. https://news.ddtc.co.id/tarif-ppn-11-per-april-2022-lebih-tinggi-dari-malaysia-dan-singapura-37982
Sapiei, N. S., & Kasipillai, J. (2013). Impacts of the self-assessment system for corporate taxpayers. American Journal of Economics, 3(2), 75–81. https://doi.org/10.5923/j.economics.20130302.03
Smith, A. (1776). An inquiry into the nature and causes of the wealth of nations. W. Strahan and T. Cadell.
Stieglitz, S., & Dang-Xuan, L. (2013). Emotions and information diffusion in social media—Sentiment of microblogs and sharing behavior. Journal of Management Information Systems, 29(4), 217–248. https://doi.org/10.2753/MIS0742-1222290408
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610.
Sugiyarsih, S., Larasati, E., Suwitri, S., & Ngatno, N. (2021). Extensification to increase the number of personal taxpayers in tax office Pratama Cirebon. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 4(4), 9736–9751. https://doi.org/10.33258/birci.v4i4.2996
Tait, A. A. (1988). Value added tax: International practice and problems. International Monetary Fund.
Thomas, A. (2022). Reassessing the regressivity of the VAT. Fiscal Studies, 43(1), 23–38.
Wildan, M. (2021). Ini negara dengan tarif PPN/GST tertinggi di tiap kawasan. DDTC. https://news.ddtc.co.id/ini-negara-dengan-tarif-ppn-gst-tertinggi-di-tiap-kawasan-30442
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nely Ambarsari, Khansa Abitsha, Ropel Nazra, Ovalia Rukmana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



