Peran Advokat Sebagai Penegak Hukum dalam Melakukan Pendampingan Terhadap Tersangka

Authors

  • Anna Hulu Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen
  • Herlina Manullang Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.3053

Keywords:

Advokat, Pendampingan Tersangka, Peradilan Pidana

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran fundamental advokat sebagai penegak hukum dalam melakukan pendampingan terhadap tersangka guna menjamin hak asasi manusia pada setiap tahap proses peradilan pidana, mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga persidangan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis fungsi advokat sebagai penjaga hak asasi manusia, pilar keadilan, dan pengimbang kekuasaan negara dalam sistem peradilan pidana, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi serta strategi penguatan peran advokat. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan law in action melalui observasi langsung, wawancara, serta pengalaman penelitian di Kantor Advokat YTRP & Partners. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran advokat tidak hanya sebatas pendamping formal, melainkan mencakup dimensi praktis dan struktural.

References

Agistu, R. A. A., & Mahadewi, K. J. (2024). Analisis Kode Etik Pengacara Implikasi Terhadap Kepercayaan Publik Terhadap Profesi Hukum. Jurnal Panorama Hukum, 9(2), 206–218.

Amsari, F. (2025). Enforcing Transnational Non-Conviction-Based Confiscation Orders: Comparing the United Nations, European Union, Australian, and Indonesian Legal Frameworks. INTEGRITAS: Jurnal Anti Korupsi. 11 (1) 2025

Areta, P., Sinaga, A., Nabila Putri, Y., & Vanesia, V. (2025). Advokat Sebagai Penegak Keadilan Antara Etika Profesi dan Jerat Korupsi. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 2(3), 2025. Retrieved from https://journal.appihi.or.id/index.php/Aliansi

Brahmana, F. F. S., Putri, H., Yusuf, D. A. P., Siregar, H., Nasution, H. I. B., & Nasution, N. A. (2016). Problematika Etika Dalam Praktik Advokasi Pada Kasus-Kasus di Indonesia, 8(4), 1–23.

Citranu, C., Yase, I. K. K., Atharwan, E., & Kurniasi, R. (2024). Objektivitas Pembelaan (Pleidoi) Oleh Advokat Terhadap Terdakwa Dalam Mewujudkan Keadilan Proporsional (Studi Di Pusat Bantuan Hukum Peradi Banjarmasin). Jurnal Hukum Agama Hindu Widya Kerta, 7(2), 128–152. https://doi.org/10.53977/wk.v7i2.2186

Crimen, L., No, V. V, & Pidana, P. T. (2016). Lex Crimen Vol. V/No. 2/Feb/2016, V(2), 151–158.

Falcón, V. V. (2018). Gastronomía ecuatoriana y turismo local. (Ecuadorian Cuisine and Local Tourism). SSRN Electronic Journal. 10.2139/ssrn.3554856.

Harahap, M. Y. (2018). Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan Kuhap: Penyidikan Dan Penuntutan. Jakarta: Sinar Grafika (2018).

Jarinde, T. T. (2010). Membela Para Pembela: Peran Penasihat Hukum dalam Pengadilan Pidana Internasional, Jurnal Peradilan Pidana Internasional. 8 (2) 2010, 463–486, https://doi.org/10.1093/jicj/mqp085

King, J. D. (2013). Beyond “Life and liberty”: The evolving right to counsel. Harvard Civil Rights-Civil Liberties Law Review, 48(1), 1–49.

Mapia, A. P. (2018). Tinjauan Yuridis Tentang Hak Tersangka Untuk Mendapatkan Penasehat Hukum Menurut Pasal 56 Ayat (1) Kuhap. Lex Crimen, VII(10), 130–141.

Markiewicz, T. (2020). Access to a Lawyer for Suspects at the Police Station and During Detention Proceedings. Review of European and Comparative Law, 41(2), 129–151. https://doi.org/10.31743/recl.7079

Martin, R., Lumban, S., & Sudarto. (2024). Tinjauan Hukum Terhadap Peran Advokat Dalam Pendampingan Tersangka Dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana Umum (Studi Kasus Pada YLBHK-DKI). IBLAM LAW REVIEW, 4(3), 119–125. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i3.500

Martono, M. (2020). Perlindungan Hukum terhadap Penangkapan dan Penahanan Tersangka dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 23(1), 98–114. https://doi.org/10.56087/aijih.v23i1.39

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi Revisi). Prenada Media.

Mumuh, M. R. (2016). Jurnal Mimbar Justitia. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 2(2), 628. Retrieved from https://www.hukumonline.com/klinik/infografik/4-tahap-jadi-advokat-lt65952247352a0/

Rahadjie, P. I., Hafidz, M., & Buana, A. P. (2022). Journal of Lex Generalis ( JLS ). Journal of Lex Generalis (JLS), 3(3), 404–417.

Rappaport, J. (2017). The structural function of the sixth amendment right to counsel of choice. Supreme Court Review (Vol. 2016). https://doi.org/10.1086/691355

Sakowicz, A. (2021). Suspect’s access to a lawyer at an early stage of criminal proceedings in view the case-law of the European Court of Human Rights. Revista Brasileira de Direito Processual Penal, 7(3), 1979–2014. https://doi.org/10.22197/RBDPP.V7I3.565

Sari, E. (2015). Lelang Jabatan dalam Sistem Hukum di Indonesia. REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 38. https://doi.org/10.29103/reusam.v3i1.1950

Simanjuntak, E. M. V & Azed, A. B. (2011). Peran Advokat Terhadap Perlindungan Hak-Hak Tersangka Dalam Proses Peradilan Pidana. Legalitas, I, 2. Retrieved from http://legalitas.unbari.ac.id/index.php/Legalitas/article/view/76

Smith, J., Rea, N., & Kamawal, S. A. (2010). The right to counsel as a safeguard of justice in Afghanistan: The contribution of the International Legal Foundation. International Review of the Red Cross, 92(880), 951–966. https://doi.org/10.1017/S181638311100004X

Soekanto, S. (1986). Pengantar penelitian hukum. UI Press.

Soyaslan, G. (2020). Limiting Procedural Rights During Police Interrogation in Terror Crimes: A Comparative Analysis of European and U.S. Laws and Suggestions to Turkish Law. Journal of Penal Law & Criminology, 8(1), 143–168. https://doi.org/10.26650/jplc2020-0001

Stevani, F., & Pura, H. M. (2022). Peran Advokat Dalam Menjalakan Tugasnya Sebagai Penegak Hukum Yang Menjadi Kuasa Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(3), 178–183. https://doi.org/10.5281/zenodo.6301645

Tri, U. N. A., Oktobrian, D., Dwi Cahyani, E., Turnip, G. E., & Safitri, F. R. (2024). The Effectiveness of Legal Aid Standards for Suspects in the Indonesian Criminal Justice System in Achieving Access to Justice. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 18(2), 95–108. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v18no2.3249

Worden, A. P. (2013). Early Intervention by Counsel: A Multi-Site Evaluation of the Presence of Counsel at Defendants’ First Appearances in Court. 1 (1), 1689–1699.

Downloads

Published

2025-10-03

How to Cite

Hulu, A., & Manullang, H. (2025). Peran Advokat Sebagai Penegak Hukum dalam Melakukan Pendampingan Terhadap Tersangka. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 9. https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.3053

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.