Transformasi Agraria: Alih Fungsi Lahan Pertanian dalam Perspektif Kesejahteraan Petani di Provinsi Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.3060Keywords:
Alih Fungsi Lahan, Aplikasi Galamai, Pemerintah, Ketahanan PanganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap kehidupan dan kesejahteraan petani, dengan menyoroti perubahan ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan yang terjadi di tingkat lokal. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan melibatkan 30 informan yang terdiri atas petani, tokoh masyarakat, dan aparat desa di wilayah yang terdampak alih fungsi lahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen kebijakan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarfenomena sosial yang muncul.Hasil penelitian menunjukkan tiga dampak utama dari alih fungsi lahan. Pertama, dari aspek ekonomi, sebagian petani memang memperoleh keuntungan sementara dari penjualan lahan, tetapi mayoritas kehilangan sumber pendapatan utama setelah tidak lagi memiliki lahan untuk berproduksi. Kedua, dari aspek sosial, terjadi perubahan identitas dan status sosial petani, di mana banyak yang beralih profesi menjadi buruh di lahan yang sebelumnya mereka miliki. Ketiga, dari aspek ketahanan pangan, berkurangnya lahan pertanian menyebabkan penurunan kapasitas produksi pangan lokal dan meningkatnya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah. Secara keseluruhan, transformasi agraria melalui alih fungsi lahan di kawasan penelitian cenderung melemahkan, bukan memperbaiki, kesejahteraan petani. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya implementasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan yang berpihak pada petani serta program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas adaptif mereka dalam menghadapi perubahan penggunaan lahan secara berkelanjutan.
References
Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Novita Sari, M.Hunza, Muhammad; Damayanthy, Dini; Ayu Sulastri, Merna. (2024). Resources availability and income achievement: A driving force for competitiveness of rice farming products in tidal land, South Sumatera, Indonesia. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 327-350
Afridi, E., Tampubolon, D., & Lapeti Sari. (2024). Dampak alih fungsi lahan terhadap tingkat pendapatan masyarakat di Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Equity: Jurnal Ekonomi, 10(1), 45-59.
Almas, D., Muhibuddin, A., & Syafri, S. (2025). Alih fungsi lahan pada sertipikat redistribusi tanah dalam perspektif penyelenggaraan pemanfaatan ruang di Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Urban and Regional Studies Journal, 7(2), 103-112. https://doi.org/10.35965/ursj.v7i2.6057
BPS Provinsi Sumatera Selatan. (2024). Statistik Perkebunan Rakyat menurut Jenis Tanaman di Sumatera Selatan 2024. Palembang: BPS Provinsi Sumatera Selatan.
BPS Provinsi Sumatera Selatan. (2023). Laporan Produksi Padi dan Luas Panen Padi Sumatera Selatan 2023. Palembang: BPS Provinsi Sumatera Selatan.
Cochrane, L. (2016). Title tentang agrarian change dan sawit (buku atau artikel—contoh).
Cramb, R., & McCarthy, J. (2016). The political ecology of palm oil expansion in Indonesia.
Diana Prafitasari, A., Astuti, A., & Ratri, W. S. (2023). Pengaruh alih fungsi lahan pertanian terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Sleman. Jurnal Ilmiah Agritas.
Fauzi, S. R., Basri, H., & Helmi, H. (2016). Kajian alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian di Kabupaten Bireuen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1), 1-12.
Khairani, N., & Yusuf, A. M. (2022). Faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi alih fungsi lahan pertanian di pedesaan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(3), 145-156.
Lestari, S. D., Syahrani, S., Gunadi, F. A., Kamila, H., & Taqiyya, A. (2024). Analisis dampak alih fungsi lahan perkebunan menjadi lapangan di Desa Sirnasari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1), 23-27. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.1672
Li, T. M. (2014). Land’s End: Capitalist Relations on an Indigenous Frontier. Durham: Duke University Press.
Mulyani, T., & Agus, S. (2017). Alih fungsi lahan pertanian dan dampaknya terhadap produksi pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 35(2), 75-89.
Sajogyo. (1997). Agrarian Structure and Social Change in Indonesia.
Streeten, P. (1981). Basic Needs: Premises and Promises.
Scoones, I. (1998). Sustainable Rural Livelihoods: A Framework for Analysis.
Surbakti, S., Yanti, M. E., & Nasution, N. (2024). Analisis alih fungsi lahan padi sawah di Kota Medan. Agri Smart Deli Sumatera, 2(2), 110-123.
Syahri Ramadhan & Ratna Patmawati Wisnu Murti. (2023). Dinamika alih fungsi lahan sawah dan upaya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di wilayah metropolitan Sarbagita. Tunas Agraria, 7(3), 357-380. https://doi.org/10.31292/jta.v7i3.357
Syafri, S., Ridwan, Y., & Nugroho, S. (2022). Kajian alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non sawah dan lahan terbangun: Kasus Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 118-129
Utami, D. N., & Sari, R. (2021). Alih fungsi lahan dan kesejahteraan petani: Studi kasus di Kalimantan Barat. Jurnal Agraria dan Pembangunan Wilayah, 11(2), 77-91.
Wardhana, A., Setyawan, B., & Firdaus, M. (2020). Alih fungsi lahan sawah terhadap pendapatan petani di Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, 8(1), 34-46
White, B. (2012). Agrarian Questions: Contesting the Politics of Knowledge. London: Routledge.
Zoomers, A. (2010). Globalisation and the Foreignisation of Space: The Seven Processes Driving the Current Global Land Grab. Journal of Peasant Studies, 37(2), 429-447.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sudarti Sudarti, Aisah Aisah, Serly Novita Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



