Tren Ekonomi dan Budaya Konsumsi Kopi di Indonesia

Authors

  • Duala Oktoriani Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3293

Keywords:

Tren Konsumsi Kopi, Budaya Ngopi, Industri Kopi, Ekonomi Kopi, Transformasi Budaya Kopi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan paradigma budaya konsumsi kopi di Indonesia serta menjelaskan bagaimana kopi beralih dari komoditas agraris menjadi simbol gaya hidup, identitas sosial, dan ruang produksi makna dalam konteks transformasi sosial dan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan desk research dengan pendekatan historis dan kultural terhadap berbagai literatur akademik, laporan industri, serta data empiris mengenai dinamika industri dan budaya konsumsi kopi di tingkat global dan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kelas menengah, urbanisasi, dan globalisasi budaya mendorong munculnya pola konsumsi baru yang ditandai oleh menjamurnya kafe lokal, meningkatnya popularitas kopi spesialti, serta pergeseran logika konsumsi dari sekadar pertimbangan harga dan fungsi menuju nilai simbolik, gaya hidup, dan ekonomi afektif. Kesimpulannya, budaya kopi di Indonesia merupakan hasil proses adaptasi, resistensi, dan negosiasi terhadap tren global yang melahirkan bentuk budaya hibrida antara nilai lokal dan modernitas, sekaligus menjadikan praktik ngopi sebagai medium artikulasi identitas, pembentukan jejaring sosial, dan cerminan perubahan sosial ekonomi masyarakat kontemporer.

References

Ahmed, S. (2004). Affective Economies. Social Text, 22(2), 117–139.

Appadurai, A. (1986). Introduction: Commodities and The Politics of Value. Dalam A. Appadurai (Ed.), The Social Life of Things: Commodities in Cultural Perspective (hlm. 3–63). Cambridge: Cambridge University Press.

Danasasmita, S. (1985). Sejarah Bogor Bagian 1. Bogor: Panitia Penyusun dan Penerbitan Sejarah Bogor bekerja sama dengan Paguyuban Pasundan Cabang Kotamadya DT II Bogor.

Grand View Research. (2025). Coffee Market (2025-2030). Diakses pada 1 November 2025. https://www.grandviewresearch.com/industry-analysis/coffee-market

Historia Id. (2015). Kopi Jawa Bikin Kecanduan Orang Eropa. Historia Id Article. Diakses pada 1 November 2025. https://historia.id/politik/articles/kopi-jawa-bikin-kecanduan-orang-eropa-vXW4m/page/1

Knaap, G. J. (1986). Coffee for Cash; The Dutch East India Company and The Expansion of Coffee Cultivation in Java, Ambon and Ceylon 1700–1730. Dalam J. van Goor (Ed.), Trading Companies in Asia 1600–1830. Utrecht: Hes Uitgevers.

Lyotard, J.-F. (1993). Libidinal Economy. Terjemahan I. H. Grant. Bloomington: Indiana University Press. (Karya asli terbit 1974).

Maspul, K. (2023). The Emergence of Local Coffee Brands: A Paradigm Shift in Jakarta Coffee Culture. EKOMA: Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi, 3(1), 135–149.

Media Indonesia. (2025). Konsumsi Naik, Kedai Kopi Diperkirakan 10 Ribu. Media Indonesia Ekonomi. https://mediaindonesia.com/ekonomi/765402/konsumsi-naik-kedai-kopi-diperkirakan-10-ribu

Morris, J. (2019). Coffee: A Global History. London: Reaktion Books.

Paryanto, E. (2025). Permintaan Kopi Indonesia: Faktor Penentu dan Implikasinya Terhadap Industri Kopi. Indonesian Journal of Economy, Business, Entrepreneurship and Finance, 5(1), 145–155.

Pendergrast, M. (2010). Uncommon Grounds: The History of Coffee and How It Transformed Our World (Edisi Revisi). New York: Basic Books.

Pratiwi, N., & Widhiasti, M. R. (2022). Tren ngopi di Jakarta: Analisis rekomendasi kedai kopi pada akun Instagram. Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 6(2), 218–231. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.21740

Purnomo, M., Yuliati, Y., Shinta, A., dan Riana, F. D. (2021). Developing Coffee Culture Among Indonesia’s Middle-Class: A Case Study in A Coffee-Producing Country. Cogent Social Sciences, 7(1), 1949808.

Specialty Coffee Association. (n.d,). What Is Specialty Coffee? SCA Research. Diakses 1 Agustus 2025. https://sca.coffee/research/what-is-specialty-coffee

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Topik, S. (2003). Coffee as A Social Drug. Dalam B. Weinberg dan B. Bealer (Eds.), The World of Caffeine: The Science and Culture of The World’s Most Popular Drug (hlm. 112–129). New York: Routledge.

Tucker, C. M. (2011). Coffee Culture: Local Experiences, Global Connections. New York: Routledge.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Oktoriani, D. (2025). Tren Ekonomi dan Budaya Konsumsi Kopi di Indonesia. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 10. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3293

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.