Penguatan Diplomasi Budaya Indonesia Jepang Melalui Seni Pertunjukan Tradisional Pada Indonesia–Japan Friendship Festival 2024
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3536Keywords:
Diplomasi Budaya, Seni Pertunjukan Tradisional, Hubungan Indonesia–Jepang, Soft PowerAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran seni pertunjukan tradisional Indonesia sebagai instrumen diplomasi budaya dalam Indonesia–Japan Friendship Festival 2024 serta mengidentifikasi kendala dan strategi penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dan studi lapangan yang meliputi wawancara semi-terstruktur dengan pelaku seni dan penyelenggara festival, observasi langsung selama pelaksanaan kegiatan, serta analisis dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisional berperan efektif dalam membangun citra positif Indonesia dan memperkuat interaksi people-to-people antara masyarakat Indonesia dan Jepang. Seni pertunjukan berfungsi sebagai media komunikasi lintas budaya yang mampu menyampaikan nilai, identitas, dan keberagaman budaya Indonesia secara non-verbal dan emosional kepada audiens Jepang. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa optimalisasi peran seni pertunjukan tradisional masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya, tantangan teknis penyelenggaraan pertunjukan, serta minimnya dukungan institusional yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan tradisional memiliki potensi besar sebagai aset diplomasi budaya Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan dukungan pemerintah dan perwakilan diplomatik Indonesia, peningkatan kolaborasi lintas komunitas budaya Indonesia–Jepang, serta inovasi dalam pengemasan seni pertunjukan tradisional agar lebih adaptif terhadap audiens internasional.
References
Aruni, A., Simanjuntak, T. R., & Herginasari, P. (2022). Cool Japan’s Role as a Japanese Public Diplomacy Strategy Through the Asia Kakehashi Project in Indonesia. Eduvest - Journal of Universal Studies, 2(8). https://doi.org/10.36418/eduvest.v2i8.542
Afipah, S. (2023). Gender dan feminisme: perkembangan hubungan internasional kontemporer. Global Mind, 4(2), 15–26. https://doi.org/10.53675/jgm.v4i2.1014
Aswan, A. (2023). Pesona pantun jarjit dalam serial animasi upin-ipin: pantun sebagai diplomasi budaya indonesia-malaysia. Jentera Jurnal Kajian Sastra, 12(2), 254. https://doi.org/10.26499/jentera.v12i2.6276
Bahari, R., Aditiany, S., & Rifawan, A. (2022). Gerakan women’s march indonesia dengan amerika serikat sebagai aksi solidaritas sesama perempuan tahun 2017. Jurnal Hubungan Internasional, 15(2), 321–337. https://doi.org/10.20473/jhi.v15i2.35092
Bakry, U. S. (2016). Metode penelitian hubungan internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 14.
Cull, N. J. (2009). Public diplomacy: Lessons from the past. CPD Perspectives on Public Diplomacy, 2, 1–24.
Farasi, N. (2023). Peran agama kristen dalam hubungan internasional. Global Political Studies Journal, 7(2), 170–179. https://doi.org/10.34010/gpsjournal.v7i2.10897
Finnemore, M., & Sikkink, K. (1998). International norm dynamics and political change. International Organization, 52(4), 887–917. https://doi.org/10.1162/002081898550789
Irmawati, O., Hariyanto, H., & Prasetyo, A. (2022). Penciptaan Seni Lukis Naturalistik Wayang Topeng Jatiduwur. Invensi, 7(2), 115–129. https://doi.org/10.24821/invensi.v7i2.6330
Komala, A. N. E. (2021). Komodifikasi Pertunjukan Topeng Mak Yong Sebagai Atraksi Wisata Budaya di Pulau Mantang. Jurnal Pendidikan Tari, 2(1), 103–117.
Komalasari, A. (2024). Peran idol k-pop dalam diplomasi budaya indonesia di korea selatan (studi kasus: dita karang “secret number”). Innovative Journal of Social Science Research, 4(3), 755–764. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10538
Kurniawati, E., & Madu, L. (2022). Peningkatan kerja sama multilateral dan bilateral melalui diplomasi kesehatan mengenai penanggulangan vaksin covid-19 di indonesia. Jurnal Studi Diplomasi Dan Keamanan, 14(2). https://doi.org/10.31315/jsdk.v14i2.6820
Maulidya, A. D., & Rosyida, H. N. (2022). Strategi korea selatan untuk mencapai kepentingan ekonomi terhadap jepang pasca sengketa pulau pada tahun 2018. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 8(2), 326–352. https://doi.org/10.35326/pencerah.v8i2.1979
Msen, D. (2023). Hubungan bilateral indonesia dan kolombia dalam promosi budaya indonesia di kolombia tahun 2020–2022. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(6), 131–141. https://doi.org/10.56127/jukim.v2i6.1033
Musa, A., Bainus, A., & Yulianti, D. (2022). Peningkatan hubungan bilateral sudan-indonesia melalui diplomasi budaya. Jurnal Icmes, 6(2), 148–165. https://doi.org/10.35748/jurnalicmes.v6i2.140
Nugrahaningsih, N., & Suwarso, W. (2021). Model strategi diplomasi budaya di masa covid-19: studi kasus festival cap go meh di kota singkawang. Intermestic Journal of International Studies, 6(1), 100. https://doi.org/10.24198/intermestic.v6n1.6
Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.
Patrick Thauddeus Jackson, J. S. (2011). An introduction to international relations. Cambridge University Press.
Rachmatsyah, T. (2023). Berbagi pengetahuan antar organisasi sektor publik dalam rangka kerjasama inovatif internasional. Petanda Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Humaniora, 5(2), 64–75. https://doi.org/10.32509/petanda.v5i2.3380
Riantika, A., Susanto, M. R., Arumsari, M. D., & Selimanorita, S. (2024). Pentas kreasi wayang barang bekas untuk menanamkan pendidikan karakter di sekolah dasar. JSRW (Jurnal Seni Rupa Warna), 12(1), 48–55. https://doi.org/10.36806/jsrw.v12i1.206
Rochman, M. F. (2023). Adaptasi Budaya Nusantara Sebagai Tema Pembuatan Karakter Avatar 3D Untuk Metaverse. DeKaVe, 16(2), 154–167. https://doi.org/10.24821/dkv.v16i2.11121
Saputro, E. (2021). The dynamics of indonesia–japan economic and financial relations: a review of the 60 years collaboration. Jurnal Global & Strategis, 15(2), 409. https://doi.org/10.20473/jgs.15.2.2021.409-428
Setiawan, A., Affianty, D., & Tanjung, N. (2022). Upaya diplomasi vaksin indonesia melalui jalur multilateral dan bilateral. Jurnal Independen, 3(1), 1. https://doi.org/10.24853/independen.3.1.1-14
Wendt, A. (1992). Anarchy is what states make of it: The social construction of power politics. International Organization, 46(2), 391–425. https://doi.org/10.1017/S0020818300027764
Wendt, A. (2017). Anarchy is what states make of it: The social construction of power politics. Theories of International Relations, 46(2), 301–335. https://doi.org/10.4324/9781315236339-22
Wulandari, R., Setyarini, P., & Lamopia, I. W. G. (2021). Representasi Bhakti dan Sradha dalam Tari Sekar Sanjiwani. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 11(2), 147–156. https://doi.org/10.17509/sosietas.v11i2.41613
Wulandari, J. (2023). Pengaruh faktor budaya terhadap keputusan transaksi dalam bisnis internasional. Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 2561–2566. https://doi.org/10.33395/jmp.v12i2.13314
Wulandari, R. (2021). Representasi bhakti dan sradha dalam tari sekar sanjiwani. Sosietas, 11(2), 147–156. https://doi.org/10.17509/sosietas.v11i2.41613
Yuel, M. (2023). Strategi diplomasi publik korea selatan terhadap indonesia melalui korean wave. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 7(1), 45–55. https://doi.org/10.38043/jids.v7i1.3609
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fadilah Affwa, Tom Finaldin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



