Peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai Aktor Diplomasi Budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI

Authors

  • Sekar Rahayu Universitas Al-Ghifari
  • Tom Finaldin Universitas Al-Ghifari

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3566

Keywords:

Diplomasi Budaya, Darmasiswa RI, Indonesia–Australia

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai aktor diplomasi budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola program, dosen pengajar, serta mahasiswa Darmasiswa asal Australia yang mengikuti pembelajaran seni dan budaya di ISBI Bandung. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan konsep soft power, diplomasi budaya, dan peran aktor non-negara dalam hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISBI Bandung berperan sebagai aktor non-negara yang efektif dalam pelaksanaan diplomasi budaya Indonesia melalui pendekatan pembelajaran seni berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Program Darmasiswa RI tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran budaya, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk persepsi positif mahasiswa Australia terhadap Indonesia, khususnya terkait nilai-nilai budaya, identitas nasional, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Melalui interaksi intensif antara mahasiswa asing, pengajar, dan lingkungan lokal, ISBI Bandung menciptakan ruang interkultural yang mendukung pemahaman lintas budaya. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain hambatan komunikasi lintas budaya, keterbatasan fasilitas pendukung, serta strategi promosi program yang belum optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan seni sebagai aktor non-negara dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

References

Ang, I. I. (2015). Cultural diplomacy: Beyond the national interest? International Journal of Cultural Policy.

Björkdahl, A. &. (2019). Global public diplomacy. Oxford University Press.

Braun, V. V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2),.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Cull, N. J. (2008). Public diplomacy: Taxonomies and histories. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science.

Denzin, N. K. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.

Heryanto, A. (2014). Identity and pleasure: The politics of Indonesian screen culture. NUS Press.

Keohane, R. O. (1977). Power and interdependence: World politics in transition. Little, Brown and Company.

Melissen, J. (. (2005). The new public diplomacy: Soft power in international relations. Palgrave Macmillan.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (ed. revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Nye, J. S. (2008). Public diplomacy and soft power. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2025-12-27

How to Cite

Rahayu, S., & Finaldin, T. (2025). Peran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai Aktor Diplomasi Budaya Indonesia–Australia melalui Program Darmasiswa RI. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 8. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3566

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.