Pengaruh Emotional Priming terhadap Kedekatan Emosional Keluarga dan Secure Attachment pada Siswa SMPN 155 Jakarta

Authors

  • Hana Qonita Universitas Al Azhar Indonesia
  • Fathia Kamila Universitas Al Azhar Indonesia
  • Ratih Muliandari Universitas Al Azhar Indonesia
  • Nadhira Nur Annisa Universitas Al Azhar Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3726

Keywords:

Kedekatan Emosional Keluarga, Motional Priming, Psikologi Keluarga, Remaja , Secure attachment

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh emotional priming terhadap kedekatan emosional keluarga dan secure attachment pada siswa SMPN 155 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random assignment, sehingga diperoleh 30 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa emotional priming melalui terapi sinema, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired Samples T-Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional priming berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kedekatan emosional keluarga dengan ukuran efek yang besar, namun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap secure attachment. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan emotional priming dalam konteks kedekatan emosional keluarga pada remaja. Temuan ini mengimplikasikan bahwa intervensi berbasis emosi efektif untuk meningkatkan aspek afektif jangka pendek, sementara penguatan kelekatan memerlukan pendekatan jangka panjang dan sistemik.

References

Ainsworth, M. D. S. (1970). Attachment, exploration, and separation: Illustrated by the behavior of one-year-olds in a strange situation. Child Development, 41(1), 49–67. https://doi.org/10.2307/1127388

Andriopoulou, P., & Kafetsios, K. (2015). Priming attachment security enhances emotion regulation and interpersonal functioning. Journal of Social and Personal Relationships, 32(2), 217–239. https://doi.org/10.1177/0265407514522880

Armsden, G. C., & Greenberg, M. T. (1987). The inventory of parent and peer attachment: Individual differences and their relationship to psychological well-being in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 16(5), 427–454.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2009). Social psychology (12th ed.). Pearson Education.

Berk, L. E. (2007). Development through the lifespan. Pearson Education.

Bowen, M. (1978). Family therapy in clinical practice. Jason Aronson.

Bower, G. H. (1981). Mood and memory. American Psychologist, 36(2), 129–148. https://doi.org/10.1037/0003-066X.36.2.129

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.

Bowlby, J. (2016). Attachment and loss. Routledge.

Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (1963). Experimental and quasi-experimental designs for research. Houghton Mifflin.

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th (ed.)). SAGE Publications.

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.

Forgas, J. P. (1995). Mood and judgment: The affect infusion model (AIM). Psychological Bulletin, 117(1), 39–66. https://doi.org/10.1037/0033-2909.117.1.39

Hesley, J. W., & Hesley, J. G. (2001). Rent two films and let’s talk in the morning: Using popular movies in psychotherapy. John Wiley & Sons.

Iftinan, M., & Junaidin. (2021). Dinamika emosi remaja dalam lingkungan keluarga. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(1), 66–75.

Ikrima, N., & Khoirunnisa, R. N. (2021). Attachment orang tua dan implikasinya terhadap perkembangan remaja. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 10(2), 85–97.

Kamkar, K., Doyle, A. B., & Markiewicz, D. (2012). Insecure attachment to parents and depressive symptoms in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 41(8), 1036–1048. https://doi.org/10.1007/s10964-011-9741-0

Margolese, S. K., Markiewicz, D., & Doyle, A. B. (2005). Attachment to parents, best friend, and romantic partner. Journal of Youth and Adolescence, 34(6), 637–650.

Natalia, D., & Lestari, S. (2015). Kelekatan aman dan konstruksi mental positif pada remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 13(2), 89–98.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development (11th ed.). McGraw-Hill.

Permatasari, D., & Trihastuti, A. (2024). Kedekatan emosional keluarga dan kesejahteraan psikologis remaja. Jurnal Psikoedukasi, 22(2), 119–129.

Putri, A. R. (2018). Kelekatan remaja dengan orang tua dan implikasinya terhadap hubungan interpersonal. Jurnal Psikologi Perkembangan, 7(1), 55–67.

Santrock, J. W. (2016). Adolescence (15th ed.). McGraw-Hill Education.

Utami, R., & Pratiwi, N. (2021). Kelekatan orang tua dan kecerdasan emosional remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 134–145.

Wedding, D., & Niemiec, R. M. (2014). Movies and mental illness: Using films to understand psychopathology (4th ed.). Hogrefe Publishing.

Yolanda, R., Sari, P., & Hidayat, D. (2018). Peran kelekatan orang tua dalam perkembangan moral remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 14(1), 23–34.

Downloads

Published

2026-01-25

How to Cite

Qonita, H., Kamila, F., Muliandari, R., & Annisa, N. (2026). Pengaruh Emotional Priming terhadap Kedekatan Emosional Keluarga dan Secure Attachment pada Siswa SMPN 155 Jakarta. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 10. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3726

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 

You may also start an advanced similarity search for this article.