Kolaborasi Hexahelix Pariwisata dalam Pengembangan Wisata Cagar Budaya di Kawasan Padang Kota Tua
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2745Keywords:
Cagar Budaya, Hexahelix, Pengembangan, Pariwisata, Kota TuaAbstract
Penelitian ini membahas bagaimana kolaborasi hexahelix pariwisata dalam pengembangan wisata cagar budaya di kawasan Padang Kota Tua. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran enam unsur dalam model hexahelix: pemerintah, regulasi/hukum, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar unsur hexahelix sudah terbentuk, namun masih belum optimal terutama dalam aspek koordinasi dan keberlanjutan program, kurangnya fasilitas pendukung wisata, belum optimalnya peran dari masing-masing unsur, terbatasnya pendanaan dari pemerintah untuk mendukung para akademisi dalam melakukan riset/penelitian, dan kurangnya koordinasi yang selaras antara para unsur hexahelix dalam pengembangan wisata Padang Kota Tua. Untuk itu diperlukan perencanan dan forum komunikasi berkelanjutan antar unsur untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi hexahelix
References
Adriyani, Erna & Indrianto (2023). Pengembangan Cagar Budaya dan Pariwisata Berbasis Digital Heritage.
Anisykurlillah (2024). Kolaborasi Hexahelix dalam Pengembangan Ekosistem Digital Kreatif di Kota Malang Hexahelix Collaboration on Creative Digital Ecosystem Development in Malang City. Jurnal Penelitian Administrasi Publik, Vol 9 No 2.
AP Kurnianingtyas, Azizah (2022). Kesesuaian Konsep Urban Heritage Tourism Pada Pengembangan Kawasan Kota Lama Semarang.
Aryanto & Gautama (2012). Perencanaan Manajemen Lanskap Zonasi Destinasi Wisata Budaya Kota Tua Jakarta.
ASTA (2017). Direktori Cagar Budaya di Kota Padang.
Bellen Anggara Pratama (2023). Optimalisasi Kerjasama Hexa-Helix Guna Mendukung Pengamanan Pemilu. Jurnal Ilmu Kepolisian, Volume 17 / Nomor 3 / Desember 2023.
Duhari (2021). Konsep Pariwisata Berkelanjutan dalam Pelestarian Cagar Budaya. Jurnal Pariwisata Terapan, Vol. 5., No. 1.
Dwi Rahmadi, et al. (2024). Peran Model Pentahelix dalam Pengembangan Potensi Pariwisata di Desa Wisata Umbulrejo Kabupaten Gunungkidul.
Ervina, Dewi & Safirah (2024). Dampak Fasilitas dan Pelayanan Pramuwisata Terhadap Kepuasan Wisatawan di Destinasi Kota Tua. Jurnal Pariwisata.
Fajar Anugrah, et al. (2022). Pariwisata dan Narasi Kota Tua.
Fajarudin, et al. (2024). Collaboration of Hexahelix In Developing Natural Tourism Potential, Vol. 04, No. 2, 1687–1698.
Firmansyah (2022). Hexa Helix: Kolaborasi Quadruple Helix dan Quintuple Helix Innovation Sebagai Solusi untuk Pemulihan Ekonomi Pasca COVID-19. Jurnal Ekonomi dan Keuangan.
Grahadwiswara, Hidayat, Nurcahyanto (2015). Pengelolaan Kawasan Kota Lama Semarang Sebagai Salah Satu Kawasan Pariwisata di Kota Semarang.
Gusra & Haryani (2021). Kajian Prioritas Pengembangan Kawasan Kota Tua Padang Sebagai Wisata Sejarah dan Budaya.
Hidayaturrahman, Aisyah & Hidayat, Ndrasatin, Armaji (2021). Pengembangan Pembangunan Pariwisata di Kabupaten Sumenep Perspektif Hexa Helix.
Nur Octavianto, et al. (2024). Accelerating Sustainable Tourism through the Hexa Helix Model in Pati Regency.
Nurul & Hardika (2023). Analisis Konsep 3A dalam Pengembangan Wisata Kota Tua. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Mei 2023, 9(10), 531–543.
Putri, et al. (2022). Kolaborasi Model Pentahelix dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jombang.
Raditya (2017). Alih Fungsi Bangunan Tua untuk Mendukung Pariwisata Sejarah (Studi Kasus: Kota Lama Semarang).
Resa Vio, et al. (2020). Model Pentahelix Dalam Mengembangkan Potensi Wisata di Kota Pekanbaru.
SATU UPAYA PELESTARIAN URBAN HERITAGE: Studi Kasus Koridor Kali Besar, Jakarta Barat.
Sugihartoyo (2010). Strategi Pengembangan Wisata Kota Tua Sebagai Salah.
Syah (2017). Gagasan Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional (Studi Pada Potensi, Peluang dan Tantangan Ekonomi Kreatif di Kota Malang).
Yulia, Erawati, Gusti (2017). Revitalisasi Kawasan Kota Tua Padang Sebagai Salah Satu Alternatif Wisata Sejarah di Kota Padang. Jurnal Bakaba, volume 6, Nomor 2, Desember.
Yuliati (2019). Mengungkap Sejarah Kota Lama Semarang dan Pengembangannya Sebagai Asset Pariwisata Budaya. Jurnal Undip, Volume 3(2), 157–171.
Zakaria, et al. (2019). The Hexa-Helix Concept for Supporting Sustainable Regional Development (Case Study: Citatah Area, Padalarang Subdistrict, West Java, Indonesia).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nandita Rinjani, Rahmadhona Fitri Helmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



