Tingkat Pengetahuan Ikatan Mahasiswa Minangkabau (Imami) Universitas Riau Terhadap Nilai Adat Kato Nan Ampek

Authors

  • Bayu Ramzahuri Universitas Riau
  • Resdati Resdati Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.2890

Keywords:

Tingkat Pengetahuan, Ikatan Mahasiswa Minangkabau, Minangkabau, Nilai Adat, Kato Nan Ampek

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan anggota Ikatan Mahasiswa Minangkabau (IMAMI) Universitas Riau terhadap nilai-nilai adat Kato Nan Ampek, serta menganalisis pengaruh pendidikan, media informasi, dan lingkungan terhadap pengetahuan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer, yang menjelaskan bahwa pengetahuan terbentuk dari interaksi sosial dan makna simbolik yang dibangun melalui pengalaman budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 92 anggota aktif IMAMI yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup indikator pengetahuan, pemahaman, dan penerapan nilai adat Kato Nan Ampek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota IMAMI memiliki pengetahuan yang baik, terutama dalam hal pengenalan dasar dan pemahaman konsep. Namun, penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari masih bervariasi, tergantung pada latar belakang pendidikan, akses terhadap media budaya, serta lingkungan sosial tempat tinggal dan pergaulan. Semakin tinggi pendidikan dan paparan terhadap media serta semakin kuat lingkungan budaya Minangkabau, maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan dan penerapannya. Kesimpulannya, pelestarian nilai Kato Nan Ampek di kalangan mahasiswa masih cukup baik, namun perlu ditingkatkan dari sisi penerapan melalui pendekatan edukatif dan kegiatan kebudayaan agar nilai-nilai adat tidak hanya diketahui, tetapi juga dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

References

Akbar, M., & Wibowo, A. (2021). Digitalisasi pelayanan publik dan tantangannya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(2), 112–125. https://doi.org/10.14710/jiip.v6i2.112-125

Alpetoti, M. A., & Fakih, Z. K. (2022). PARADIGMA: JURNAL KALAM DAN FILSAFAT Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Etika Kato Nan Ampek dalam Budaya Minangkabau. 4(2), 35–47.

Anggraeni, R. (2022). Peran QRIS dalam meningkatkan efisiensi transaksi pembayaran non-tunai. Jurnal Keuangan dan Perbankan Digital, 3(1), 45–53.

Arifianto, A. (2020). Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Digital di Indonesia. Jurnal Bina Praja, 12(1), 57–66. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.57-66

Azka, M. (2023). Efektivitas penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran retribusi daerah. Jurnal Administrasi Publik Digital, 5(1), 88–97.

Citraningsih, D., & Noviandari, H. (2022). Interaksionisme Simbolik: Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan. Social Science Studies, 2(1), 072–086. https://doi.org/10.47153/sss21.3152022

Darmawan, R., & Nurhalimah, I. (2022). Transformasi digital dalam pelayanan publik: studi kasus pada pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Negara, 8(2), 134–146.

Dewi, T. K. (2020). Implementasi sistem pembayaran non-tunai dalam pengelolaan retribusi sampah. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 11(3), 201–210.

Efendi, E., Fadila, F., Tariq, K., Pratama, T., & Azmi, W. (2024). Interaksionisme Simbolik dan Prakmatis. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(3), 1088–1095. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i3.514

Fadillah, M. (2021). Peluang dan tantangan pemanfaatan QRIS di sektor publik. Jurnal Teknologi Pemerintahan, 7(2), 55–63.

Hamid, Y. (2024). Analisis faktor-faktor penghambat inovasi digital di lingkungan pemerintahan daerah. Jurnal Reformasi Administrasi, 6(1), 77–88.

Handayani, N. M. A. P., Putri, P. W., & Juniantari, M. R. (2023). Peran Generasi Z Sebagai Wadah Pelestarian Budaya Dan Lingkungan Dalam Mewujudkan Indonesia Emas. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 3, 164–172.

Hanum, N. F. (2020). Strategi peningkatan pelayanan publik melalui inovasi digital. Jurnal Ilmu Administrasi, 17(2), 105–117.

Haryanto, A., & Putra, D. (2022). Evaluasi penerapan sistem QRIS dalam pelayanan publik. Jurnal Ekonomi dan Teknologi, 3(2), 140–150.

Hidir, A., & Malik, R. (2024). Teori sosiologi modern. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Kartini, D. (2023). Digitalisasi pembayaran retribusi sampah: Studi kasus Kota Bandung. Jurnal Tata Kelola Publik, 5(1), 66–78.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maulana, F. (2021). QRIS sebagai alat transaksi efisien dan aman di sektor layanan publik. Jurnal Manajemen Publik, 9(1), 90–101.

Navis, A. (1986). Alam Takambang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta. PT. Mutiara Sumber Widya.

Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, A. Y., & Sari, R. (2020). Inovasi layanan publik berbasis teknologi informasi. Jurnal Inovasi Pelayanan Publik, 4(3), 212–224.

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh Globalisasi Terhadap Minat Generasi Muda Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616

Oktaviani, R., & Budi, S. (2023). Peran stakeholder dalam digitalisasi retribusi daerah. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 6(1), 50–61.

Puspitasari, R., & Anggoro, H. (2022). Pengaruh sosialisasi terhadap penggunaan QRIS oleh masyarakat. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 10(2), 132–142.

Rahmawati, T. (2020). Implementasi QRIS dalam transaksi retribusi pasar tradisional. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 10(1), 58–70.

Ramadhan, L. (2024). Transparansi dan akuntabilitas dalam pembayaran retribusi berbasis digital. Jurnal Akuntabilitas Publik, 8(2), 99–110.

Reihan, M., Mahararani, W., Ulima, Z., Sastra, F., Jilp, J., & Kato Nan Ampek Dalam Budaya Minangkabau Sebagai Pedoman Dalam Berkomunikasi, E. (2023). Terbit online pada laman web jurnal : http://e-journal.sastra-unes.com/index.php/JILP. Jurnal Ilmiah Langue and Parole, 7(1). http://e-journal.sastra-unes.com/index.php/JILP

Sallaby, A. F., & Kanedi, I. (2020). Perancangan Sistem Informasi Jadwal Dokter Menggunakan Framework Codeigniter. Jurnal Media Infotama, 16(1), 48–53. https://doi.org/10.37676/jmi.v16i1.1121

Saputri, A. M. (2021). Integrasi sistem digital dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 9(2), 125–138.

Situmeang, I. R. V. O. (2021). Hakikat Filsafat Ilmu dan Pendidikan dalam Kajian Filsafat Ilmu Pengetahuan. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(1), 76–92.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Susanto, B., & Wulandari, Y. (2023). Studi evaluatif penggunaan QRIS dalam layanan publik daerah. Jurnal Inovasi Pemerintahan Daerah, 5(2), 45–55.

Ujud, S., Nur, T. D., Yusuf, Y., Saibi, N., & Ramli, M. R. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sma Negeri 10 Kota Ternate Kelas X Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Jurnal Bioedukasi, 6(2), 337–347. https://doi.org/10.33387/bioedu.v6i2.7305

Wahyuni, S. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi inovasi pelayanan non-tunai. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 7(3), 145–156.

Downloads

Published

2025-08-07

How to Cite

Ramzahuri, B., & Resdati, R. (2025). Tingkat Pengetahuan Ikatan Mahasiswa Minangkabau (Imami) Universitas Riau Terhadap Nilai Adat Kato Nan Ampek. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(2), 14. https://doi.org/10.53697/iso.v5i2.2890

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.