Represi dan Mobilisasi dalam Gerakan Sosial: Studi Kasus Reformasi Polri di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3332Keywords:
Represi, Mobilisasi, Reformasi Polri, Gerakan Sosial, Gerakan 17+8Abstract
Penelitian ini menganalisis hubungan antara represi negara dan mobilisasi dalam gerakan sosial dengan mengambil studi kasus tuntutan reformasi Polri dalam Gerakan 17+8 di Indonesia. Reformasi kepolisian pasca-1998 yang berjalan setengah hati menciptakan ketegangan antara mandat Polri sebagai institusi sipil dan praktik koersif yang masih terus berlangsung. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menelusuri bagaimana represi aparat tidak hanya memengaruhi dinamika aksi, tetapi juga membentuk respons publik, peluang politik, serta pola mobilisasi yang muncul. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindakan represif, seperti pembubaran paksa demonstrasi dan kriminalisasi aktivis, tidak selalu menghasilkan efek jera; justru dalam konteks tertentu memicu efek backfire yang memperluas solidaritas, meningkatkan legitimasi moral gerakan, dan memperkuat tekanan terhadap negara. Sementara itu, penggunaan media digital oleh peserta aksi memungkinkan terbentuknya mobilisasi berbasis jaringan yang mempercepat penyebaran narasi ketidakadilan dan memperkuat koalisi lintas kelompok. Studi ini menegaskan bahwa represi dan mobilisasi bekerja secara dialektis, dan reformasi Polri tidak dapat dipisahkan dari persoalan akuntabilitas, pengawasan sipil, serta kualitas demokrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual untuk memahami gerakan sosial di era digital sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi upaya pembaruan sektor keamanan di Indonesia.
References
Amostian, A., Yusriyadi, Y., & Silviana, A. (2023). Reformasi Polri Melalui Penguatan Fungsi Dan Kewenangan Komisi Kepolisan Nasional Dalam Melakukan Pengawasan Eksternal Terhadap Polri. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 5(3), 510-522. https://doi.org/10.14710/jphi.v5i3.510-522
Bennett, W. L., & Segerberg, A. (2013). The Logic of Connective Action: Digital Media and the Personalization of Contentious Politics. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139198752
Fadli, M.R. 2021. Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum. 21, 1 (Apr. 2021), 33–54. DOI:https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075.
Haripin, M., & Siregar, S. N. (2016). The defects of police reform in Indonesia. Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities, 6(2), 53-64.
Hasibuan, R. (2023). Evaluasi Reformasi Kepolisian di Indonesia. Jakarta: ICJR.
Hess, D. J., & Martin, B. (2006). Repression, backfire, and the theory of transformative events. Mobilization: An International Quarterly, 11(2), 249–267.
Honari, A. (2018). From ‘the effect of repression’ toward ‘the response to repression’. Current Sociology, 66(6), 950–973. https://doi.org/10.1177/0011392118787585
McCarthy, J. D., & Zald, M. N. (1977). Resource mobilization and social movements: A partial theory. American journal of sociology, 82(6), 1212-1241.
Meyer, D. S., & Tarrow, S. (1998). A Movement Society: Contentious Politics for. The social movement society: Contentious politics for a new century, 1.
Putri, F. A. (2024). Political Opportunity, Media Framing and Resource Mobilization: A Study on Social Protest Against Indonesia Regional Election Law Revisions. Journal of Kuasa, 1(2), 64-71.
Putri, A. (2024). Digital Mobilization and Protest Networks in Contemporary Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Gerak.
Putri, T. A., Sekarningrum, B., & Fedryansyah, M. (2022). Gerakan sosial dan mobilisasi sumber daya dalam memperjuangkan pengakuan kepercayaan berbeda di Indonesia (Studi kasus: Aliran Kebatinan Perjalanan Kota Bandung). Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 9(1), 22–31.
https://doi.org/10.24036/scs.v9i2.383
Ramadhan, G., & Nurrohman, B. (2025). Reformasi Polri dan Refleksi Community Policing di Indonesia. JRPI: Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jrpi/article/view/33723
Reformasi Polri: Menilik Keberhasilan Program Presisi Polri. (2024). KRTHA BHAYANGKARA, 17(3), 515-524.
https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KRTHA/article/view/785
Sari, D. K. (2017). Strategi mobilisasi gerakan masyarakat dalam memperjuangkan hak atas lingkungan hidup (Studi gerakan masyarakat Lakardowo). Universitas Airlangga Repository. https://repository.unair.ac.id/68074/3/Fis%20P%2039-17%20Sar%20g%20JURNAL.pdf
Siregar, S. N., Raffiudin, R., & Noor, F. (2022). Democratic regression in Indonesia: Police and low-capacity democracy in Jokowi's administration. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 26(2), 197-212.
Suryana, N. (2025). Potret 20 Tahun Lebih Reformasi Kepolisian. Aliansi: Jurnal Kajian Sosial & Politik. https://jurnal.unpad.ac.id/aliansi/article/download/66208/26516
Setiawan, K. M. (2022). Struggling for justice in post-authoritarian states: human rights protest in Indonesia. The International Journal of Human Rights, 26(3), 541-565.
Tarrow, S. G. (2011). Power in Movement: Social Movements and Contentious Politics (rev. ed.). Cambridge University Press.
Tufekci, Z. (2017). Twitter and Tear Gas: The Power and Fragility of Networked Protest. Yale University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Huwayda Rahmania, Irgi Fahrezi Hidayat, Joya Predista, Aniqotul Ummah, Teddy Chrisprimanata Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



