Peran Ganda Perempuan Pekerja UKM dalam Perspektif Feminis Kerja Komunitas dan Standar Kerja Layak (Studi Kualitatif pada UKM Keripik Maharani, Desa Nanggerang, Bogor)
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3438Keywords:
Peran Ganda Perempuan, Standar Pekerjaan Layak, UKM, Pekerjaan Komunitas Feminis, Ekonomi KeluargaAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran ganda perempuan pekerja UKM Keripik Maharani dalam sektor domestik dan sektor publik dari segi tantangan dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran ganda pekerja perempuan di UKM berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga, dan juga mendeskripsikan bagaimana kondisi kesejahteraan perempuan pekerja UKM selaras dengan standar kerja layak, dari aspek upah, jam kerja, jaminan sosial dan perlindungan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan pekerja perempuan, suami pekerja perempuan, pemilik UKM, dan pejabat pemerintah daerah sebagai informan. Penelitian ini dilakukan di UKM Keripik Maharani, Desa Nanggerang, Kabupaten Bogor. Hasil analisis dari temuan penelitian ini bahwa peran ganda perempuan pekerja UKM mempengaruhi peningkatan ekonomi, kekurangan dari pemasukan rumah tangga yang hanya didapat dari suami yang bekerja terbantu dengan pendapatan istri yang bekerja di UKM. Peran ganda yang dijalani oleh pekerja perempuan UKM menunjukan bahwa pekerjaan domestik 100% dilakukan oleh istri, dukungan suami hanya bersifat kondisional dan tidak konsisten, pola patriarki juga terlihat kuat dimana perempuan dianggap sebagai pengurus utama rumah tangga seperti memasak, mengasuh anak, membersihkan rumah bahkan hingga mengatur keuangan menjadi tugas utama perempuan. Dalam standar kerja layak pekerja perempuan UKM belum memenuhi standar kelayakan, karena upah, jaminan sosial, pelindungan masih minim dilakukan disektor informal kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya akses UKM terhadap industri luar dan yang belum dapat menjangkau pasar yang lebih luas, serta belum optimalnya dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan, pendampingan, maupun fasilitasi perlindungan ketenagakerjaan, sehingga berdampak langsung dengan pemenuhan standar kerja layak bagi pekerja perempuan.
References
Afifah, I., et al. (2025). The women’s dual roles: Case study of informal sector working mothers. Journal of Southern Sociological Studies.
Aliyah, A. H. (2022). Peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Ilmu Ekonomi, 3(1).
Andriana, F., Agustinar, A., & Asnita, D. (2021). Istri bergaji: Analisis peran wanita bekerja dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan, 8(1).
Aswiyati, I. (2016). Peran wanita dalam menunjang perekonomian rumah tangga keluarga petani tradisional untuk penanggulangan kemiskinan di Desa Kuwil Kecamatan Kalawat. Jurnal Holistik, 9(17).
Azmi, L. (2022). Analisis gender peran ganda perempuan pekerja (Studi kasus di Kelurahan Pancor, Lombok Timur, NTB). Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 16(1), 13–22.
Babbie, E. (2012). The practice of social research (13th ed.). Cengage Learning.
Carlson, D., Miller, A., & Sassler, S. (2018). Stalled for whom? Change in the division of particular housework tasks and their consequences for middle- to low-income couples. Sociological Research for a Dynamic World, 4, 1–7.
Charlesworth, H. (2005). Not waving but drowning: Gender mainstreaming and human rights in the United Nations. Harvard Human Rights Journal, 18.
Clark, S. C. (2000). Work-family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6).
Double roles of married working women in Indonesia: For better or for worse? (2025). Sustainability Science and Resources.
Eagly, A. H. (1987). Sex differences in social behavior: A social role interpretation. Lawrence Erlbaum Associates.
Eagly, A. H., & Wood, W. (1999). The origins of sex differences in human behavior: Evolved dispositions versus social roles. American Psychologist.
Faqih, M. (2008). Analisis gender dan transformasi sosial. INSISPress.
Farisi, S. A., Fasa, M. I., & Suharto, S. (2022). Peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah, 9(1), 73.
Faruq, U. A., & Esa, P. P. N. (2018). Peran ganda ibu rumah tangga pada sektor ekonomi informal untuk meningkatkan family welfare. PEKOBIS: Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis, 1(5).
Handayani, A. (2013). Keseimbangan kerja keluarga pada perempuan bekerja: Tinjauan teori border. Buletin Psikologi, 21(2), 90–101.
Hanun, N., & Safuridar, S. (2018). Analisis kondisi sosial ekonomi keluarga terhadap kesejahteraan keluarga di Gampong Karang Anyar Kota Langsa. Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis, 9(1).
Hazani, I. A., Taqwa, R., & Abdullah, R. (2019). Peran pekerja perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga migran di Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang. Populasi, 27(2).
Ikhwanul, P. R., Kawung, E. J. R., & Waani, N. (2014). Peran ibu rumah tangga nelayan dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarga. Acta Diurna, 3(4).
International Labour Organization. (1999). Decent work agenda. ILO.
Kameli, E., & Julisantina, I. (2023). Faktor-faktor yang memotivasi partisipasi kerja ibu rumah tangga dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 11(1).
Kan, M., Zhou, M., Kolpashnikova, K., Hertog, E., Yoda, S., & Jun, J. (2022). Revisiting the gender revolution: Time on paid work, domestic work, and total work in East Asian and Western societies, 1985–2016. Gender & Society, 36.
Kartini, B. (2016). Peran ibu rumah tangga yang bekerja dengan putting out system. Jakarta.
Listyani, R. H., & Kharisma, I. (2016). Wujud kemandirian ekonomi perempuan menuju perekonomian global. Universitas Negeri Surabaya.
Midgley, J. (2020). Pembangunan sosial: Teori dan praktik. Universitas Gadjah Mada.
Peran ganda perempuan bekerja di sektor publik: Studi kasus keluarga broken. (2025). Paradigma. Universitas Negeri Surabaya.
Popple, K. (1995). Analysing community work: Theory and practice. Open University Press.
Popple, K. (2015). Analysing community work: Theory and practice (2nd ed.). Open University Press.
Putnam Tong, R. (2010). Feminist thought: Pengantar paling komprehensif kepada arus utama pemikiran feminis. Jalasutra.
Rachmawati, I. D. (n.d.). Kondisi karyawan wanita di Indonesia: Literature review. Jurilma.
Rambe, R., Ramadhani, G., & Akmala, T. F. (2023). Peran UMKM dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Neraca Manajemen dan Ekonomi, 3(2).
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.
Romadhoni, B., Akhmad, A., Khalid, I., & Muhsin, A. (2022). Pemberdayaan UMKM dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gowa. Jurnal Ilmiah MEA, 6(3).
Salaa, J. (2015). Peran ganda ibu rumah tangga dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Jurnal Holistik, 8(15).
Sukmawati, U. S., Yasir, A., & Neli, N. (2021). Kontribusi ibu rumah tangga dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui berdagang online selama pandemi Covid-19. Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah, 4(2).
Susanti, F. D. (2013). Kontribusi perempuan parengge-rengge dalam ekonomi keluarga. Sosial Budaya, 10(1).
Tadros, M., & Shutt, C. (2024). Gender in development: What lessons for addressing inequality on the grounds of religion or (non)-belief? World Development, 174.
Tambunan, T. (2019). Recent evidence of the development of micro, small, and medium enterprises in Indonesia. Journal of Global Entrepreneurship Research, 9(1), 18. https://doi.org/10.1186/s40497-018-0140-4
Telaumbanua, M., & Nugraheni, M. (2018). Peran ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sosio Informa, 4(2).
Undari, W., & Lubis, A. S. (2021). Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 6(1), 32–38.
Weeks, A. C. (2024). A typology of US parents’ mental loads: Core and episodic cognitive labor. Journal of Marriage and Family.
Wibowo, D. E. (2011). Peran ganda perempuan dan kesetaraan gender. Muwazah, 3(1).
Zuhri, S. (2018). Membincang peran ganda perempuan dalam masyarakat industri. Jurnal Jurisprudence, 8(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bunga Kartini, F. Fentiny Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



