Kewenangan Yuridik Perceraian Perkawinan Campuran di Indonesia – Malaysia dan Dampaknya terhadap Anak dan Harta

Authors

  • Anita Kamilah Universitas Suryakancana

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3474

Keywords:

Perkawinan Campuran, Kewenangan Yuridiksi Pengadilan, Hukum Perdata Internasional

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsekuensi hukum perceraian dalam perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) dalam perspektif Hukum Perdata Internasional, khususnya terkait dengan kewenangan yuridiksi pengadilan, pengaturan hak pengasuhan anak, serta pembagian harta perkawinan, guna memberikan kejelasan dan kepastian hukum atas penyelesaian sengketa yang timbul akibat perceraian tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian bersifat yuridis normatif, spesifikasi penelitian desktiptif analisis, jenis dan sumber data berdasarkan data sekunder yang didukung melalui bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan baham hukum tersier, selanjutnya dilakukan analisis data secara kualitatif. Hasil Penelitian bahwa perceraian pada perkawinan campuran termasuk dalam perspektif HPI karena didasarkan pada ciri-ciri masalah keperdataan, melintasi batas negara, terdapat unsur asing serta melibatkan lebih dari satu sistem hukum.  Terdapat perbedaan kewenangan yuridik antara kedua negara dalam menyelesaikan perceraian, sedangkan untuk pengasuhan anak maupun pembagian harta perkawinan akibat perceraian baik Indonesia dan Malaysia hampir memiliki persamaan.

References

Aibak, K., & Anusantari, I. (2022). Pengaturan harta bersama pasca perceraian: Studi komparatif hukum keluarga Islam Indonesia dan Malaysia. Hukum Islam, 22(2), 74–84.

Badan Pusat Statistik. (2024). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor penyebab perceraian (perkara). Badan Pusat Statistik.

Choi, S. Y. P., & Cheung, A. (2017). Dissimilar and disadvantaged: Age discrepancy, financial stress, and marital conflict in cross-border marriages. Journal of Family Issues, 38, 2521–2544.

Dahwadin, Syaripudin, E. I., Sofiawati, E., & Somantri, M. D. (2020). Hakikat perceraian berdasarkan ketentuan hukum Islam di Indonesia. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 11(1), 89–90.

Dewi, A. S., & Syafitri, I. (2022). Analisis perkawinan campuran dan akibat hukumnya. Juripol: Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan, 5(1), 179.

Gautama, S. (1987). Pengantar hukum perdata internasional. Binacipta.

Graveson, R. H. (1974). Conflict of laws: Private international law (7th ed.). Sweet & Maxwell.

Hadikusuma, H. (1992). Bahasa hukum Indonesia. Alumni.

Hakim, S. (2015). Reaktualisasi pembagian harta bersama dalam Mazhab Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Akademika, 9(2), 167.

Hartono, S. (1976). Pokok-pokok hukum perdata internasional. Binacipta.

https://doi.org/10.1007/s11150-025-09812

https://www.antaranews.com/berita/3837537/angka-perceraian-di-malaysia-naik-431-persen-pada-2022

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor-penyebab-perceraian--perkara---2024.html

Hussin, M. N. M., Arifah, R. N., Ibrahim, M. M., Aisyah, S., Daud, M. Z., & Samah, M. (2025). Local wisdom and gender equality in joint property division: An Islamic legal perspektif from Malaysia. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, 17(2), 394–416.

Imaduddin, Z. A., Putranti, D., & Marwa, M. H. M. (2024). Interreligious marriage in Indonesia and Malaysia: Strict and loose legal policy. Al-Aḥwāl, 17(2), 186–203.

Jumardin, A., Basri, R., & Subjek. (n.d.). Analisis yuridis tentang hak asuh anak (hadhanah) dan penerapannya di Pengadilan Agama Barru. Jurnal Hukamaa, 2(2), 26–43.

Kirana, M. L., Malinda, I. P., Yudhani, P. G., Laili, Z. S. S. B., & Nurvita, S. R. (2024). Analisis hukum perceraian campuran melalui pendekatan hukum perdata internasional di Indonesia. Jurnal Hukum Progresif, 7(12), 188–194.

Md. Said, M. H., Ahamat, H., Abdul Hak, N., Md Hashim, N., & Che, R. (2018). Application of private international law instruments in the recognition of marriages by Shariah court in Malaysia. International Journal of Engineering & Technology, 7(3), 11.

Musaddad, E., Ishom, M., Hussin, M. N. M., & Jambunanda, A. J. (2025). Guaranteeing the rights of children and women post-divorce: A comparative study between Indonesia and Malaysia. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi, 8(1), 5.

Naratama, T., & Dewi, A. T. (2023). Perceraian pada perkawinan campuran di Indonesia dalam perspektif hukum perdata internasional. Jurnal Dharmawangsa, 17(3), 1283.

Novitasari, A. F., Luth, T., Djumikasih, & Chanifah, N. (2024). The importance of maturity in marriage from an Islamic legal perspective. Journal of Legal Studies, 33(47), 101.

Nurdian. (2023). Ketentuan hadhanah di Indonesia dan Malaysia. UIN Syarif Hidayatullah.

Palasenda, N. F., & Jauhari, A. R. (2025). Hak asuh anak pasca perceraian: Studi komparasi di 4 negara (Indonesia, Malaysia, Tunisia dan Maroko). IJTIHAD: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 19(1), 80.

Pujiono, P., Hidayat, A., & Sulistianingsih, D. (2021). Pengertian dan literasi hukum perkawinan di era milenial untuk anak sekolah. Jurnal Advokasi dan Pelayanan Hukum Indonesia, 3(2), 183–194.

Purwadi, A. (n.d.). Dasar-dasar hukum perdata internasional. Pusat Pengkajian Hukum dan Pembangunan (PPHP).

Pusat Bahasa. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama.

Seto, B. (n.d.). Dasar-dasar hukum perdata internasional (Buku kesatu). Citra Aditya.

Setyorini, V. P. (2023). Angka perceraian di Malaysia naik 43,1 persen pada 2022. Antara News.

Tura, G. (2025). For better or for worse: The dissolution of interethnic marriages in Italy. Review of Economics of the Household.

Uggla, C. (2025). Breaking-up and breaking the norm: Intergenerational divorce transmission among two ethnolinguistic groups. Evolutionary Human Sciences, 7(14), 1–17.

Utami, P. D. Y., Sudiarawan, K. A., Mangku, D. G. S., & Pratama, A. C. P. N. (2022). Sistem hukum dalam penyelesaian perkara perceraian pada perkawinan campuran di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 7(1), 189–197.

Zhorif, A. I., Putranti, D., & Marwa, M. H. M. (2024). Interreligious marriage in Indonesia and Malaysia: Strict and loose legal policy. Al-Aḥwāl, 17(2), 186–203.

Downloads

Published

2026-01-21

How to Cite

Kamilah, A. (2026). Kewenangan Yuridik Perceraian Perkawinan Campuran di Indonesia – Malaysia dan Dampaknya terhadap Anak dan Harta. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 14. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3474

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.