Proses Penerimaan Diri pada Perempuan dengan HIV/AIDS dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup
DOI:
https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3644Keywords:
Penerimaan Diri, Kualitas Hidup, Wanita Dengan HIV/AIDSAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penerimaan diri pada wanita dengan HIV/AIDS serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap partisipan wanita dengan HIV/AIDS yang menjalani terapi antiretroviral (ARV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu fase syok dan ketakutan ekstrem setelah diagnosis, pengalaman stigma dan penolakan dari lingkungan sosial maupun keluarga, munculnya titik balik melalui dukungan konselor Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan orang terdekat, hingga tahap penerimaan diri yang lebih stabil. Penerimaan diri tersebut mendorong kepatuhan terhadap pengobatan ARV, perubahan gaya hidup yang lebih sehat, serta peningkatan tanggung jawab terhadap keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial, khususnya dari tenaga kesehatan dan keluarga, merupakan faktor kunci dalam mempercepat proses penerimaan diri dan meningkatkan kualitas hidup wanita dengan HIV/AIDS.
References
Arifin. (2005). Perempuan dan kerentanan terhadap HIV/AIDS. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 4(2), 67–75.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dworkin, S. L., Fullilove, R. E., & Peacock, D. (2012). Men’s roles in addressing women’s HIV risk and gender-based violence. Global Public Health, 7(3), 259–275.
Earnshaw, V. A., & Chaudoir, S. R. (2009). From conceptualizing to measuring HIV stigma: A review of HIV stigma mechanism measures. AIDS and Behavior, 13(6), 1160–1177.
Farmer, P. (2004). An anthropology of structural violence. Current Anthropology, 45(3), 305–325.
Flora. (2022). HIV/AIDS dan dampaknya terhadap sistem kekebalan tubuh. Penerbit Kesehatan Indonesia.
Gupta, G. R., Parkhurst, J. O., Ogden, J. A., Aggleton, P., & Mahal, A. (2008). Structural approaches to HIV prevention. The Lancet, 372(9640), 764–775.
Herek, G. M. (1999). AIDS and stigma. American Behavioral Scientist, 42(7), 1106–1116.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Jewkes, R., Dunkle, K., Nduna, M., & Shai, N. (2010). Intimate partner violence, relationship power inequity, and incidence of HIV infection in young women in South Africa. The Lancet, 376(9734), 41–48.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Laporan perkembangan HIV/AIDS dan IMS di Indonesia Triwulan I Tahun 2025. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kontomanolis, E. N., Michalopoulos, S., Gkasdaris, G., & Fasoulakis, Z. (2017). The social stigma of HIV–AIDS: Society’s role. Hippokratia, 21(2), 85–90.
Kübler-Ross, E. (1969). On death and dying. Macmillan Publishing.
La Kahija, Y. F. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. Kanisius.
Li, L., Lee, S. J., Thammawijaya, P., Jiraphongsa, C., & Rotheram-Borus, M. J. (2016). Stigma, social support, and depression among people living with HIV in Thailand. AIDS Care, 28(8), 1007–1013.
Nyblade, L., Stockton, M. A., Giger, K., Bond, V., Ekstrand, M. L., McLean, R., & Wouters, E. (2019). Stigma in health facilities: Why it matters and how we can change it. BMC Medicine, 17(1), 25.
Parker, R., & Aggleton, P. (2003). HIV and AIDS-related stigma and discrimination: A conceptual framework and implications for action. Social Science & Medicine, 57(1), 13–24.
Rao, D., Elshafei, A., Nguyen, M., Hatzenbuehler, M. L., Frey, S., & Go, V. F. (2019). A systematic review of multi-level stigma interventions. BMC Medicine, 17(1), 31.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081.
Smith, J. A., & Osborn, M. (2007). Interpretative phenomenological analysis. In J. A. Smith (Ed.), Qualitative psychology: A practical guide to research methods (pp. 53–80). Sage Publications.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNAIDS. (2020). Global AIDS update 2020. UNAIDS.
UNAIDS. (2021). Global HIV & AIDS statistics—Fact sheet. UNAIDS.
UNAIDS. (2022). In danger: UNAIDS global AIDS update 2022. UNAIDS.
World Health Organization. (1998). WHOQOL user manual. World Health Organization.
World Health Organization. (2023). HIV/AIDS fact sheets. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wikayatuddini, Risydah Fadillah, Suaidah Lubis, Anggita Dwi Oktavely, Anggi Hayani Damanik, Dinda, Fernando Sitorus, Herna Juniar Sinaga, Mia Solistika Tarihoran, Naomi Anggriani Panjaitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



