Perubahan Sosial Budaya Tradisi Ngaben Konvensional ke Ngaben Krematorium di Banjar Adat Penataran, Buleleng, Bali

Authors

  • Kadek Dwi Cahyadianti Putri Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Wayan Mudana Universitas Pendidikan Ganesha
  • Irwan Nur Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i2.3820

Keywords:

Perubahan Sosial Budaya, Ngaben, Ngaben Krematorium

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya perubahan sosial budaya pada tradisi Ngaben konvensional ke Ngaben Krematorium serta untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan sosial budaya pada tradisi Ngaben konvensional ke Ngaben Krematorium. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa perubahan sosial budaya pada tradisi Ngaben konvensional ke Ngaben Krematorium disebabkan oleh adanya dua faktor, yaitu (1) faktor internal yang meliputi adanya perubahan orientasi nilai budaya menjadi nilai praktis, adanya pertimbangan untuk melaksanakan upacara Ngaben yang efektif dan efisien, serta adanya keterbatasan finansial oleh masyarakat, dan (2) faktor eksternal yang meliputi adanya pengaruh media sosial, pengaruh migrasi, dan pengaruh globalisasi dan modernisasi. Adapun bentuk perubahan sosial budaya pada tradisi Ngaben konvensional ke Ngaben Krematorium dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk perubahan sosial budaya yang bersifat idealis dan perubahan sosial budaya yang bersifat materialis. Perubahan sosial budaya yang bersifat idealis dapat dilihat dari adanya perubahan nilai dan ideologi yang dianut oleh masyarakat, sedangkan perubahan sosial budaya yang bersifat materialis dapat dilihat berdasarkan pada perubahan sarana dan prasarana yang digunakan dalam pelaksanaan Ngaben di krematorium.

References

Ananda, D. T. P., Mudana, I. W., & Nur, I. (2025). Makna Pelaksanaan Tradisi Nginyahang Mayat sebagai Pembentuk Solidaritas Sosial Masyarakat Desa Sepang Bali. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 204–212.

Atmadja, N. B., Atmadja, A. T., & Ariyani, L. P. S. (2016). Ngaben di Krematorium pada Masyarakat Hindu di Bali: Perspektif McDonaldisasi dan Homo Complexus (Ngaben in Crematorium among Balinese Hindu Society: McDonaldization and Homo Complexus Perspectives). Mozaik Humaniora. Mozaik Humaniora.

Baharuddin, B. (2015). Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan. Al-Hikmah, 9(2), 180–205.

Dananjaya, I. N. H. M., & Hartaka, I. M. (2025). Transformasi Ritus Ngaben dari Banjar ke Krematorium. Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Filsafat Hindu, 9(1), 105–113.

Goa, L. (2017). Perubahan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat. SAPA: Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 2(2), 53–67.

Hadders, H. (2023). Hindu urn Burial in Norway: an Option for the Future? Mortality, 28(1), 21–36. https://doi.org/10.1080/13576275.2020.1869708

Lestariono, W., & Sentosa, A. (2022). Konflik dan perubahan sosial. Wacana: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Interdisiplin, 9(02), 465–477.

Mahasutra, & Ariputra, I. P. S. (2022). Efektivitas Ngaben Kremasi di Krematorium Bebalang Bangli. Jurnal Teologi, 13(2), 225–237.

Mudana, I. W., Suandi, I. N., & Wardana, I. P. P. Y. (2022). PKM Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Lisan di Sekolah Dasar Negeri 3 Sambangan. Proceeding Senadimas Undiksha, 2209–2220.

Murniti, N. W., & Purnomo, I. M. B. A. (2017). Upacara Ngaben: Kontestasi Masyarakat Dan Daya Tarik Wisata. Maha Widya Duta, 1(1), 70–74.

Oring, E. (2021). To Explain Tradition. Journal of Ethnology and Folkloristics, 15(2), 1–18. https://doi.org/10.2478/jef-2021-0013

Pitana, I. G. (2020). Modernisasi dan Transformasi Kembali ke Tradisi Fenomena Ngaben di Krematorium bagi Masyarakat Hindu di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 10(2), 1–25.

Prajawahyudo, T., Asiaka, F. K. P., & Nopembereni, E. D. (2022). Perubahan Sosial Bidang Pertanian Dalam Perspektif Materialistis Dan Idealis (Social Change In Agriculture In A Materialistic And Idealistic Perspective). Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(2), 305–320.

Purnami, M. D. (2024). Tradisi Pembakaran Mayat atau Ngaben (Studi Fenomenologi Anggota Keluarga Etnik Bali). JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari, 5(2), 157–174.

Rahayu, K. Y., & Suciani, K. (2023). Widya Dana Mekar Puspa Wangi Desa Adat Buleleng Kabupaten Buleleng. Jurnal Penelitian Agama Dan Kebudayaan, 1(1), 45–56.

Ranganathan, S. (2022). Hinduism, Belief and the Colonial Invention of Religion: A before and after Comparison. Religions, 13(10). https://doi.org/10.3390/rel13100891

Rodhiyana, M. (2024). Pendidikan Dan Perubahan sosial. Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 93–105.

Ruzol, C. D., Camacho, A. C. D., Sabino, L. L., Garcia, J. E., Gevaña, D. T., & Camacho, L. D. (2020). A Materialist-Idealist Divide? Policy and Practice in Participatory Mangrove Rehabilitation in the Philippines. Environmental Science & Policy, 112, 394–404.

Saputri, Y. W., Rhodinia, S., & Setiawan, B. (2024). Dampak globalisasi terhadap perubahan gaya hidup di Indonesia. Maximal Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya Dan Pendidikan, 1(5), 208–217.

Shils, E. (1981). Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Suardana, I. M., Dharmika, I. B., & Wirawan, I. G. B. (2023). Dinamika Pendirian Krematorium di Kabupaten Jembrana. Widya Dana: Jurnal Penelitian Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 1(1), 27–37.

Sugiyono, P. D. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Suidat, S., Winarsih, D., & Said, A. R. (2021). Sistem Religi dan Kepercayaan Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok Sukabumi. Jurnal Citizenship Virtues, 1(2), 113–123.

Suryantini, & Ariputra. (2022). Pergeseran Pelaksanaan Ngaben di Desa Pakraman Menuju Krematorium. Vidya Samhita : Jurnal Penelitian Agama, Volume 8,(Ngaben Krematorium), 127 – 134.

Suwindia, I. G., & Kurniawan, M. F. (2023). Traditional Ngaben or Crematorium Ngaben? Mimbar Ilmu, 28(2), 176–192.

Swandewi, N. P., Mudana, I. W., & Sendratari, L. P. (2020). Pengetahuan Tradisional Pengolahan Gula Aren Dalam Perspektif Perubahan Sosial Di Desa Pedawa, Buleleng, Bali. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 2(2), 105–115. https://doi.org/10.23887/jpsu.v2i2.28055

Syahrin, A. A., Noviani, F., Mustika, B., Sambas, M., Sama, K., & Pernikahan, T. (2024). Eksplorasi Tradisi Kuli Aek dalam Pernikahan Melayu Sambas: Kategorisasi Aktivitas Kerja Sama dan Tantangan Modernisasi. SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial Dan Budaya, 26(2), 259–293.

Sztompka, P. (2017). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Kencana.

Yoga, I. D. G., Mudana, I. W., & Arta, K. S. (2021). Peran Struktur Sosial dalam Mempertahankan Kearifan Lokal Tradisi Seetan pada Masyarakat Desa Adat Susut Kelod dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 3(3), 125–136.

Downloads

Published

2026-02-06

How to Cite

Putri, K., Mudana, I., & Nur, I. (2026). Perubahan Sosial Budaya Tradisi Ngaben Konvensional ke Ngaben Krematorium di Banjar Adat Penataran, Buleleng, Bali. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(2), 11. https://doi.org/10.53697/iso.v6i2.3820

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.