Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi: Studi Kasus Program Rabu Mengajar dan Edupark Rusa Sambar PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor

Authors

  • Sofia Rizki J PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor
  • Dimas Budiman PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor
  • Alifa Meisarah PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor
  • Ahmad Ghozali PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor
  • Nice Nurhayati PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i2.3997

Keywords:

Konservasi Biodiversitas, Pemberdayaan Masyarakat, Edukasi Lingkungan, Rusa Sambar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi melalui implementasi Program Rabu Mengajar dan pengembangan Edupark Rusa Sambar di Kawasan Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor. Studi ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya model integratif yang mampu menghubungkan kepentingan industri dengan konservasi keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, analisis dokumen laporan periode 2019–2026, serta analisis ekologis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H′) untuk mengukur stabilitas ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi yang efektif antara aktivitas industri dan upaya konservasi lingkungan. Dari aspek ekologis, populasi spesies prioritas, yaitu Rusa Sambar (Rusa unicolor), meningkat sebesar 500%, dari 4 individu awal menjadi 20 individu dalam kondisi sehat. Pada aspek flora, plot endemik seluas 0,7 hektar berhasil melestarikan 59 spesies tanaman, dengan nilai indeks keanekaragaman (H′) tingkat pohon sebesar 4,08 yang mengindikasikan kondisi biodiversitas yang sangat stabil. Dari aspek sosial, pendekatan edutainment mampu mentransformasi kawasan operasional menjadi laboratorium hidup yang inklusif, dengan jangkauan 2.898 penerima manfaat pada tahun 2024 serta memperoleh pengakuan internasional. Simpulannya, model integrasi antara konservasi dan pemberdayaan masyarakat ini terbukti efektif dalam mendorong masyarakat menjadi agen aktif pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keamanan kawasan melalui dukungan sosial. Studi ini memberikan kontribusi sebagai praktik terbaik pembangunan berkelanjutan yang mengharmonisasikan produktivitas industri dengan pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan.

References

Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241, 108224. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224

Ballantyne, R., & Packer, J. (2005). Promoting environmentally sustainable attitudes and behaviour through free‐choice learning experiences: what is the state of the game? Environmental Education Research, 11(3), 281–295. https://doi.org/10.1080/13504620500081145

Berkes, F. (2004). Rethinking community-based conservation. Conservation Biology, 18(3), 621–630. https://doi.org/10.1111/j.1523-1739.2004.00077.x

Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Brondízio, E. Sonnewend., Settele, Josef., Díaz, Sandra., & Ngo, H. Thu. (2019). The global assessment report of the intergovernmental science-policy platform on biodiversity and ecosystem services. Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES).

Brundtland, G. Harlem. (1987). Our common future. Oxford University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Capstone Publishing.

Gaveau, D. L. A., Sloan, S., Molidena, E., Yaen, H., Sheil, D., Abram, N. K., Ancrenaz, M., Nasi, R., Quinones, M., Wielaard, N., & Meijaard, E. (2014). Four decades of forest persistence, clearance and logging on Borneo. PLoS ONE, 9(7). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0101654

Hansen, M. C., Potapov, P. V., Moore, R., Hancher, M., Turubanova, S. A., Tyukavina, A., Thau, D., Stehman, S. V., Goetz, S. J., Loveland, T. R., Kommareddy, A., Egorov, A., Chini, L., Justice, C. O., & Townshend, J. R. G. (2013). High-Resolution Global Maps of 21st-Century Forest Cover Change. Science, 342(6160), 850–853. https://doi.org/10.1126/science.1244693

Holling, C. S. (1980). Adaptive environmental assessment and management. Wiley.

IUCN. (2014). Rusa unicolor: Timmins, R., Kawanishi, K., Giman, B, Lynam, A., Chan, B., Steinmetz, R., Sagar Baral, H. &amp) (Samba Kumar, N. In IUCN Red List of Threatened Species. https://doi.org/10.2305/IUCN.UK.2015-2.RLTS.T41790A22156247.en

Krebs, C. J. (1999). Ecological methodology (2nd ed.). Benjamin Cummings.

Lambertini, Marco. (2020). Living Planet Report 2020 : Bending the Curve of Biodiversity Loss. World Wildlife Fund Canada.

Magurran, A. E. (2004). Measuring biological diversity. Blackwell Publishing.

Margono, B. A., Potapov, P. V., Turubanova, S., Stolle, F., & Hansen, M. C. (2014). Primary forest cover loss in Indonesia over 2000–2012. Nature Climate Change, 4(8), 730–735. https://doi.org/10.1038/nclimate2277

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Oldekop, J. A., Holmes, G., Harris, W. E., & Evans, K. L. (2016). A global assessment of the social and conservation outcomes of protected areas. Conservation Biology, 30(1), 133–141. https://doi.org/10.1111/cobi.12568

Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Pub. L. 8, Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (2025).

Porter, M. E., & Kramer, M. R. (2011). Creating shared value: 89 (1-2). Harvard Business Publishing.

Primack, R. B. (2014). Essentials of conservation biology (6th ed.). Sinauer Associates.

Reed, M. S. (2008). Stakeholder participation for environmental management: A literature review. Biological Conservation, 141(10), 2417–2431. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2008.07.014

UNESCO. (2017). Education for Sustainable Development Goals: learning objectives. UNESCO. https://doi.org/10.54675/CGBA9153

United Nations Environment Programme. (2021). Making Peace with Nature: A scientific blueprint to tackle the climate, biodiversity and pollution emergencies. https://www.unep.org/resources/making-peace-nature

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-04-04

How to Cite

Rizki J, S., Budiman, D., Meisarah, A., Ghozali, A., & Nurhayati, N. (2026). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi: Studi Kasus Program Rabu Mengajar dan Edupark Rusa Sambar PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(2), 9. https://doi.org/10.53697/iso.v6i2.3997

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.