Tantangan Sosial di Tengah Polarisasi Politik Identitas

Authors

  • Ben Petrus Sekolah Tinggi Theologia HKBP Pematangsiantar
  • Riris Johanna Siagian Sekolah Tinggi Theologia HKBP Pematangsiantar

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3364

Keywords:

Polarisasi Politik, Identitas, Kohesi Sosial, Gereja, Toleransi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah menguatnya polarisasi politik identitas dalam masyarakat multikultural. Polarisasi politik identitas yang semakin menajam dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya memengaruhi stabilitas sosial dan politik, tetapi juga mengganggu relasi antarwarga, melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi, serta menghambat kolaborasi lintas kelompok. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi bentuk-bentuk utama polarisasi yang muncul, seperti segregasi sosial berdasarkan etnis dan agama, meningkatnya ujaran kebencian, serta menguatnya kompetisi simbolik yang membatasi ruang dialog dan perjumpaan antaridentitas. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana polarisasi politik identitas mempengaruhi kohesi sosial masyarakat, serta merumuskan strategi mitigatif yang dapat ditempuh oleh pemerintah, organisasi keagamaan, komunitas sipil, dan lembaga pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya rekonstruksi budaya dialog, pembangunan jejaring lintas identitas, serta penguatan literasi sosial dan politik guna meminimalkan potensi konflik serta meningkatkan resiliensi sosial. Selain itu, penelitian ini bertujuan menawarkan model pendekatan yang dapat digunakan sebagai acuan kebijakan dalam menciptakan ruang publik yang inklusif, demokratis, dan anti-diskriminatif. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengayaan kajian akademik mengenai dampak polarisasi politik identitas serta menyediakan landasan konseptual bagi upaya transformasi sosial yang berkelanjutan dalam masyarakat plural.

References

Astuti. (2023). Politik Identitas Dalam Kontroversi Isu di Indonesia. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan , 2(1).

Bara Izzat Wiwah Handaru. (2025). Memperkuat Kohesi Sosial dalam Masyarakat Plural dalam Konteks Bhinneka Tunggal Ika. Servatio Journal , 4(2).

Benyamin F. Intan. (2024). Agama, Politik, dan Pancasila . Gramedia.

Budiawan. (2025). Paradigma Baru dalam Ilmu Komunikasi: Kritis, Digital, Partisipatif. Cendikia Mulia Mandiri.

De Gani. (2023). Mengenal Identitas dan Integrasi Nasional Indonesia. Indigenous Knowledge Journal, 6(9).

Eka Darmaputera. (2001). Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia: Teks-Teks Terpilih Eka Darmaputera. BPK Gunung Mulia.

Franz Magnis-Suseno. (2016). Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Gramedia.

Husnul Qodim. (2019). Kampung Kuta Religion: Social, Economic, and Religious Structures of Indigenous Community in West Java. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya , 4(1).

Ingat Derita Gea. (2025). Peran Gereja dalam Menjaga Kohesi Sosial Masyarakat Majemuk di Era Digital. Vox Divina Journal, 6(8).

James M. Gustafson. (1981). Ethics from a Theocentric Perspective. Fortress Press.

Jason Mandryk. (2013). Operation World: Panduan untuk Mendoakan Semua Bangsa di Dunia. Katalis Media & Literature.

John W. Creswell. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches . Sage Publications.

Lexy J. Moleong. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Miroslav Volf. (1996). Exclusion and Embrace: A Theological Exploration of Identity, Otherness, and Reconciliation. Abingdon Press.

Muhtar Haboddin. (2012). Menguatnya Politik Identitas di Ranah Lokal. 8(8).

N. T. Wright. (2010). Christianity and the Public Square. SPCK.

N.T. Wright. (2006). Simply Christian: Why Christianity Makes Sense. HarperOne.

Roce Marsaulina. (2024). Pendidikan Agama Kristen di Perguruan Tinggi. Penerbit Widina.

Th. Sumartana. (2001). Kristen dan Pluralisme Budaya. Interfidei.

Tim Majalah Tempo. (2010). Buku Hitam Indonesia. Gramedia.

Umi Sumbulah. (2018). Proceedings of the 1st International Conference on Recent Innovations (ICRI 2018). Building Social and Religious Harmony for Students in Indonesia: Study of Interfaith Harmony Forum’s Role of Malang, East Java.

W Bruce. (2006). Satu Allah, Satu Tuhan. BPK Gunung Mulia.

Yayasan Seni Cemeti. (2002). Identitas dan Budaya Massa: Aspek-aspek Seni Visual Indonesia. Yayasan Seni Cemeti.

Yeni Sri Lestari. (2018). Politik Identitas di Indonesia: Antara Nasionalisme dan Agama. Journal of Politics and Policy , 1(1).

Yosua Yan Heriyanto. (2025). Moderasi Beragama dalam Perspektif Etika Kristen: Menemukan Titik Temu dalam Perbedaan. Innovative: Journal of Social Science Research , 1(1).

Yusuf Ratu Agung. (2018). Kohesi Sosial dalam Membentuk Harmoni Kehidupan Komunitas. Jurnal Psikologi Perseptual , 3(1).

Downloads

Published

2025-12-16

How to Cite

Petrus, B., & Siagian, R. J. (2025). Tantangan Sosial di Tengah Polarisasi Politik Identitas. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 16. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3364

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.