Pengendalian Sosial dalam Pelaksanaan Tradisi Siat Sambuk di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali

Authors

  • Ni Kadek Wulan Dari Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Wayan Mudana Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ketut Sedana Arta Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3922

Keywords:

Pengendalian Sosial, Tradisi, Tradisi Siat Sambuk

Abstract

Tradisi Siat Sambuk merupakan salah satu tradisi perang simbolik yang dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali. Tradisi dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada Hari Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Tradisi ini berpotensi menimbulkan konflik karena melibatkan adu fisik dan emosi antar peserta, tetapi dalam praktiknya tetap berlangsung secara tertib dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang pelaksanaan tradisi Siat Sambuk serta bentuk-bentuk pengendalian sosial yang diterapkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Siat Sambuk dilatarbelakangi oleh faktor kepercayaan mengenai Bhuana Alit dinetralisirkan melalui tradisi, faktor tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, serta keyakinan sebagai sarana penolak bala terhadap hal-hal negatif. Selain itu, ditemukan adanya mekanisme pengendalian sosial yang kuat berdasarkan teori kontrol sosial Travis Hirschi, yang meliputi unsur attachment, commitment, involvement, dan believe. Simpulan dari penelitian ini, bahwa tradisi dapat bertahan hingga saat ini dikarenakan terdapat faktor yang melatarbelakanginya. Selain itu dalam mempertahankan tradisi, terdapat berbagai upaya dengan membentuk mekansime pengendalian sosial sehingga tradisi tetap dapat diwariskan.

References

Ahimsa, A. G., Octaviano, A. L., & Saryana, I. M. (n.d.). Elaborasi Makna-Makna Ritus Metatah Dalam Fotografi Ekspresi. 5, 239–251.

Almira Riski Amanda, Fimeir Liadi, Muhammad Husni. (2023). Proses Mandi Tujuh Bulanan Tradisi Masyarakat Banjar Di Kelurahan Selat Utara Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas. Al-Mutsla, 5(2), 234–247. https://doi.org/10.46870/jstain.v5i2.731

Amaliah, S., Anshari, M. R., Islam, U., Palangka, N., Islam, U., Palangka, N., Negeri, I., & Raya, P. (2026). Kulturisasi Ritual Tolak Bala Pada Masyarakat Desa Tanjung Jariangau. 1.

Arba’iyah, & Juraida, I. (2023). Upaya pengendalian sosial aparatur gampong terhadap perilaku menyimpang remaja di paya dapur - aceh selatan. Jurnal SOCIETY, 3(1), h. 3.

Dwi, K., Putri, C., Mudana, I. W., & Nur, I. (2026). Perubahan Sosial Budaya Tradisi Ngaben Konvensional ke Ngaben Krematorium di Banjar Adat Penataran , Buleleng ,. 2, 1–11.

Fischer, E., & Guzel, G. T. (2023). The case for qualitative research. Journal of Consumer Psychology, 33(1), 259–272. https://doi.org/10.1002/jcpy.1300

Fransiska, N. N., Ritonga, J., & Siagian, K Siagian Hotman, Simatupang, J. D. (2023). Konsep “Mecaru” Dalam Budaya Bali Sebagai Jembatan Penginjilan Terhadap Orang Bali. 3(1), 12–25.

Geertz, C. (2009). Tafsiran Budaya The Interpretation Of Cultures (R. Sulaiman (ed.)). Ampang Pres Sdn. Bhd.

Harsana, I. K. G. (2025). Tradisi Siat Sambuk di Banjar Pohgending Desa Pitra Ditinjau Dari Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu. 9, 49–59.

Hermansya, M. Y., Suyatno, & Yuniseffendri. (2022). Presentation of Indonesian Cultural Elements in BIPA Teaching Materials Published by the Ministry of Education and Culture. Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 4(3), 68–79. https://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/disastri/article/view/3714/1869

In, S., Muslimin, A., Asnawi, H. S., & Nawawi, M. A. (2025). Tradisi Bubak Kawah dalam Perkawinan Masyarakat Adat Jawa Perspektif Islam Nusantara Salsabila. 7(2), 182–192.

Lilis, L. (2022). Tradisi-Tradisi Dalam Pembagian Harta Warisan Di Masyarakat Minangkabau. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 2(1), 7–14. https://doi.org/10.54443/siwayang.v2i1.453

Merta, I. P., & Wijaya, K. K. (2022). Nyepi Lokal Dalam Pengejawantahan Pelestarian Alam di Desa Lokasari Kecamatan Sidemen Kabupaten Karang Asem. 2, 49–66.

Nipur, M., Selvie, R., & Matheorz, jenny nelly. (2022). Tradisi Ritual Bakar Batu Pada Masyarakat Suku Dani Di Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya Propinsi Papua. 15(2), 1–16.

Pahleviannur, M. R., Grave, A. De, Saputra, D. N., Mardianto, D., Sinthania, D., Bano, V. O., Susanto, E. E., Mahardhani, A. J., Amruddin, Alam, M. D. S., Lisya, M., & Ahyar, D. B. (2022). Metodelogi Penelitian Kualitati (F. Sukmawati (ed.)). PRADINA PUSTAKA.

Pratama Purba, D., Fermi Rembarta, R., Budi Sarwono, A., Puspo Saputro, R., Anugrah Rachman, B., & Perdana, H. (2024). Kecenderungan Lemahnya Kontrol Sosial Menjadi Determinan Kenakalan Remaja. EKOMA : Jurnal Ekonomi, 3(3), 590–595.

Prihandana, I. G. N. K. ., Suarsana, I. ., & Kaler, I. . (2023). Tradisi Siat Sambuk Di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Socia Logica, 3, 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.572349/socialogica.v3i2.534

Prihandhana, I. G. N. K. O., Suarsana, I. N., & Kaler, I. K. (2023). Tradisi Siat Sambuk Di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. JSL Jurnal Socia Logica, 3(2), 1–16.

Sadiyani, N. W., Sutarso, M. A., Joy, O., & Hasan, A. M. M. M. (2025). Exploring the cultural , ritual , spiritual , and social significance of the Mebuug-Buugan tradition as a unique Balinese heritage practice. 3(2), 142–157.

Santoso, M. B. (2021). Kenakalan Remaja. 2(3).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Sutopo (ed.); 2nd ed.). ALFABETA.

Syahputra, A. K., & Armilus, R. (2025). Aktivitas Mahasiswa dalam Organisasi Ikatan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universita Riau. 1, 1–10.

Syahrin, A. A., Noviani, F., Mustika, B., Sambas, M., Sama, K., & Pernikahan, T. (2024). Eksplorasi Tradisi Kuli Aek Dalam Pernikahan Melayu Samba: Kategorisasi Aktivitas Kerja Sama dan Tantangan Modernisasi. 26(2), 259–293.

Syarbaini, S., & Rusdiyanta. (2013). Dasar-Dasar SOSIOLOGI (1st ed.). GRAHA ILMU.

Yoga, I. D. G., Mudana, I. W., & Arta, K. S. (2022). Peran Struktur Sosial Dalam Mempertahankan Kearifan Lokal Tradisi Seetan Pada Masyarakat Desa Adat Susut Kelod Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi Di Sma. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 3(3), 125–136. https://doi.org/10.23887/jpsu.v3i3.45780

Yudhi, B. P., Gata, I. W., & Sukanta, K. (2023). Pelestarian Tradisi Siat Sambuk Di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Jurnal Mahasisya Pendidikan, 3(2), 1–16.

Downloads

Published

2026-02-19

How to Cite

Wulan Dari, N. K., Mudana, I. W., & Arta, K. S. (2026). Pengendalian Sosial dalam Pelaksanaan Tradisi Siat Sambuk di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 6(1), 12. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3922

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.